Tuesday, June 2Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Indonesia Ogah Jadi Tuan Rumah Kejuaraan BWF Karena Hal Ngaco Ini

Indonesia Ogah Jadi Tuan Rumah Kejuaraan BWF Karena Hal Ngaco Ini

Mulai tahun 2019 hingga tahun 2025, Indonesia dipastikan tidak akan menyelenggarakan atau tak akan menjadi tuan rumah kejuaraan besar bulutangkis dunia. Untuk diketahui saja, ada 6 kejuaraan Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF yang masuk dalam level besar atau pun major event. Yaitu, Kejuaraan Dunia, Kejuaraan Dunia Veteran, Kejuaraan Dunia Junior, Piala Suhandinata (Kejuaraan Dunia Junior Beregu), Piala Thomas dan juga Uber serta Piala Sudirman.

Menurut Sekretaris Jenderal Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia atau PBSI yaitu Achmad Budiharto, Indonesia akan absen menjadi tuan rumah karena PBSI telah memutuskan untuk tidak mengikuti bidding alias tidak ikut menawarkan diri sebagai penyelenggara 6 kejuaraan besar tersebut. Budiharto juga menuturkan, Indonesia enggan ikut bidding karena kebijakan yang dikeluarkan BWF tentang penyelenggaraan 6 kejuaraan besar itu dirasa ngaco dan tidak sesuai dengan keinginan para negara penyelenggara, malah justru memberatkan negara penyelenggara.

Dalam tiap kejuaraan tersebut, BWF memberlakukan aturan pembagian komersial yang gila yaitu 80-20. Dengan aturan ini, 80 persen sponsorship dikendalikan BWF. Negara penyelenggara hanya diberi jatah 20 persen saja. Contohnya ialah, penempatan logo sponsor pada e-board di pinggir lapangan, backdrop media zone, serta materi promosi lainnya, masuk dalam aturan 80- 20 ini.

Budiharto mengatakan, hal ini tentunya menyulitkan bagi negara penyelenggara untuk mencari sponsor yang bisa memenuhi ketentuan ini, dengan kebutuhan dana acara yang tidak sedikit dan terus meningkat setiap tahunnya. “PBSI memang telah mengajukan keberatan kepada BWF tentang hal ini, karena ini memang cukup memberatkan kami sebagai negara penyelenggara. Kami berharap BWF bisa mengubah konsep pembagian komersial ini menjadi 60-40 dan 60 persen itu untuk negara penyelenggara,” ujar Achmad Budiharto seperti dilansir situs resmi PBSI, Kamis 29 November 2018.

Tidak cuma Indonesia saja yang merasa keberatan dengan aturan BWF tersebut. Tapi juga Malaysia dan China. Dengan tidak mengikuti bidding itu, maka untuk sementara hingga tahun 2021 Indonesia hanya akan menyelenggarakan turnamen bulutangkis dunia Tur BWF saja. Yaitu Indonesia Terbuka super 1000, Indonesia Masters super 500 dan juga Kejuaraan Bulutangkis Dunia super 100.

Dengan demikian, Indonesia sementara hanya akan menjadi tuan rumah turnamen yang masuk kategori BWF World Tour di tiga level yaitu Indonesia Open Super 1000, Indonesia Masters Super 500 serta Indonesia International Badminton Championships Super 100 sampai tahun 2021 mendatang.