Thursday, December 5Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Indonesia Harus Rela Tanpa Gelar Di Hongkong Open 2019

Indonesia Harus Rela Tanpa Gelar Di Hongkong Open 2019

Hanya karena namanya acap tenggelam, bukan berarti Lee Cheuk Yiu tidak meninggalkan cerita di Hong Kong Open 2019. Mencapai final dengan mengalahkan dua tunggal putra ternama, Shi Yu Qi dan Viktor Axelsen–itu salah satu ceritanya.

Kisahnya belum ditambah dengan kemenangannya atas eks pebulu tangkis nomor satu dunia, Kidambi Srikanth, di semifinal. Perjalanan itu pada akhirnya mengantar Yiu pada laga melawan Anthony Ginting di partai pemungkas.

Tidak ada gelar juara yang dibawa Indonesia dari Hong Kong Coliseum. Anthony menutup final tunggal putra pada Minggu (17/11/2019) itu dengan kekalahan 21-16, 10-21, 20-22. Yiu datang dari babak kualifikasi, pulang dengan mahkota juara.

Anthony membuka gim dengan meyakinkan. Serangan-serangan cepatnya menjadi senjata yang acap mematikan langkah lawan, termasuk pengembalian service yang tidak hanya membuat Yiu tersungkur, tetapi juga kehilangan angka. Cara itu membuat Anthony memimpin 4-1 dan berlanjut pada 5-1.

Yiu belum tamat. Laga baru dimulai, kejutan bisa terjadi. Salah satunya, ya, caranya mengubah skor menjadi 2-5. Lesakan smash-nya membikin Anthony kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Di ujung lapangannya, Yiu mengepalkan tangan, merayakan poin yang akhirnya datang padanya. Anthony belum kehilangan kendali. Pengembalian tanggung Yiu yang kurang terukur sehingga mengantar shuttlecock jatuh di luar lapangan membuat Anthony memimpin 7-2.

Belum, permainan Yiu belum keluar. Entah karena gugup, entah karena apa. Yang jelas, ia seperti orang yang kebingungan saat hendak menjawab serangan Anthony. Tak heran jika Anthony sanggup memimpin hingga 10-2.

Hentakan Yiu dalam kedudukan tadi memancing gemuruh seantero gelanggang. Permainan depan net lawan diladeninya dengan lincah meski beberapa kali terlihat kikuk. Reli akhirnya terhenti begitu Yiu melepaskan sergapan yang mengarahkan shuttlecock sedikit ke belakang posisi Anthony berdiri. Tak siap dengan serangan itu, Anthony kehilangan angka.

Baru tenang sejenak, suporter Indonesia mulai dibuat waswas. Oke. Anthony sampai pada keunggulan 11-4 di interval. Meski demikian, permainan depan net Yiu yang tricky membuat Anthony kehilangan tiga angka beruntun. Itu berarti, Yiu menggeser skor pada kedudukan 7-11.

Torehan angka Yiu belum beres. Ia mengubah skor menjadi 8-11 dengan gaya. Setelah memancing Anthony pada duel depan net, Yu memulai mengubah pola duel pada pukulan tanggung. Anthony mengambil posisi lebih mundur. Dari sini, celah itu terbuka lebar. Yiu melepaskan jumping smash yang diarahkan ke sisi kanan Anthony.

Torehan poin Yiu akhirnya berhenti sementara pada skor 9-11. Itu adalah buah dari smash-nya yang tidak cukup akurat untuk mengantarkan shuttlecock ke bidang permainan lawan. Anthony mulai memanfaatkan momentum, melanjutkan perolehan poin yang sempat terhenti. Skor berubah hingga 16-10 untuk keunggulan Anthony.

Keunggulan 18-11 menjadi milik Anthony. Kedudukan itu juga direngkuh dengan cara berkelas. Ia melepaskan pukulan melebar yang bisa diamankan Yiu. Nah, cara Yiu merespons pukulan itulah yang menjadi senjata makan tuan. Ia hanya mengangkat shuttlecock dalam kecepatan pelan. Ya, sudah. Anthony langsung menyambar dengan smash mengarah tubuh yang tidak mampu ditangkal Yiu.

Tertinggal 12-18, Yiu mengubah skor jadi 13-18 dengan cara yang unik. Ia meladeni reli panjang yang digagas Anthony dengan kalem. Yiu melepaskan pukulan jauh yang sebenarnya sangat tanggung untuk disebut smash. Seperti itu terus dengan arah menyilang yang panjangnya bervariasi.

Begitu Anthony mengambil posisi agak ke tengah, Yiu melepaskan pukulan yang sepintas tidak terlihat kencang. Ia memang melompat, tetapi tidak sekencang smash. Pukulan tanggung itu salah dibaca Anthony. Mengira jangkauannya akan panjang, ternyata malah terjatuh di area kanan Anthony.

Barangkali tidak ada yang menyangka Yiu bisa memotong jarak menjadi 16-19. Namun, Anthony tidak kehilangan gim pertama. Kemenangan 21-16 dikantongi dan menjadi bekal bertarung di gim kedua. Yiu memang datang ke gim kedua sambil membawa cerita kekalahan di gim pertama. Namun, bukan berarti ia berlaga sebagai orang kerdil.

Model permainan Yiu tetap tidak menggebu-gebu. Masalahnya, pukulan-pukulan yang dilepaskannya acap membingungkan Anthony. Salah satu contoh kasusnya muncul saat Yiu memimpin 9-4. Jangan kaget, dia memang unggul di awal gim kedua.

Serangan-serangan Anthony diredam dengan mulus. Pukulan tanggung Anthony dibalasnya dengan pukulan tanggung. Sepertinya yang diincar Yiu adalah terkurasnya energi dan fokus lawan.

Kalau sudah begitu, eror gemar mengintip. Dan benar saja. Yiu yang tidak agresif itu justru menutup reli dengan raihan poin. Pengembalian Anthony tidak terukur sehingga shuttlecock dinyatakan out. Yep, Yiu unggul 10-4. Anthony belum menemukan ritme permainannya kembali. Pengembalian depan net Yiu yang tidak mampu ditangkap membuat Anthony tertinggal hingga 5-13.

Keunggulan Yiu belum selesai. Sergapan dari depan net sebagai penutup reli membawanya unggul 17-9. Footwork Yiu yang lincah menjadi senjata lain. Kecepatan kaki membantunya untuk menjangkau area-area yang awalnya disasar Anthony untuk melepas smash.

Maksud hati ingin mematikan langkah lawan, Anthony malah mati kutu waktu lawan meresponsnya. Dalam keadaan seperti itu, pukulan Anthony beberapa kali tidak akurat sehingga sering gagal melewati net. Dengan cara itu, Yiu mendapatkan gim kedua dengan kemenangan 21-10.

Yiu membuka gim ketiga dengan dominasi. Bila awalnya ia masih memancing Anthony dengan pukulan-pukulan tanggung, kali ini lain cerita. Rentetan smash Yiu sudah terlihat sejak awal, membantunya menyegel keunggulan 4-0 atas Anthony.

Baca Juga :

 

Anthony benar-benar dalam keadaan genting. Sudah tertinggal 2-8, pengembaliannya gagal menyeberangkan shuttlecock dari bidang permainan sendiri. Ya, sudah. Yiu memimpin 2-9. Kesalahan serupa pula yang membuat Anthony tertinggal 5-11. Kalau sudah begini, Anthony membutuhkan comeback secepat mungkin.

Yiu belum terhenti usai interval. Laga masih berjalan satu arah, keunggulan 13-6 ada di tangannya. Gebrakan Yiu saat mengubah skor jadi 14-8 agresif betul. Sergapan dari depan net Anthony dibalas dengan smash yang mengarah ke ujung lapangan.

Kabar baik buat suporter Indonesia, Anthony belum melempar handuk. Ketertinggalan 8-14 dipangkas menjadi 12-15. Kemenangan dalam pertarungan depan net membuat Anthony mendekat 13-15.

Reli panjang yang didominasi oleh duel depan net muncul saat Anthony ada dalam kedudukan 14-17. Serupa dengan yang sudah-sudah, Yiu tidak terpancing untuk melepaskan lesakan smash. Pengembaliannya tetap pelan, tetapi merepotkan Anthony. Akan tetapi, reli itu tidak berakhir dengan kemenangan untuk Yiu. Manuvernya ketika mengangkat shuttlecock berujung eror. Anthony mendekat 15-17.

Anthony bangkit kembali. Ia merapatkan jarak menjadi 17-18 lewat smash yang tidak mampu dicapai Yiu. Setelahnya, giliran smash Yiu yang menjadi bumerang. Pukulannya terlalu melebar sehingga shuttlecock dinyatakan out. Dengan cara ini, Anthony menyamakan kedudukan jadi 18-18.

Smash Anthony akhirnya membawanya kembali pada keunggulan. Tipis, 19-18, tetapi tetap saja unggul. Angka itu didapat Anthony karena Yiu salah membaca penempatan shuttlecock. Mengira keluar, malah dinyatakan masuk.

Meski demikian, Yiu mengimbangi lagi menjadi 19-19 lewat skema mirip. Oke, duel ini tambah genting. Match point akhirnya diraih Anthony. 20-19, itulah kedudukannya. Torehan itu didapat karena sergapan Yiu membuat shuttlecock mencium net.

Sudah selesai? Salah besar. Kali ini giliran Anthony yang salah membaca penempatan shuttlecock. Itu berarti 20-20. Yiu memimpin lagi 21-20. Pengembalian Anthony membentur net. Kegilaan Yiu tidak terhenti. Kemenangan 22-20 didapat karena pengembalian Anthony gagal mengangkat shuttlecock melewati net.

Yiu melompat, melepaskan tinju ke udara, lalu berteriak garang sambil berlutut. Di ujung lapangannya Anthony tertunduk, bergumul entah apa dalam kepalanya. Apa pun itu, Yiu datang kepada Anthony. Kepada lawannya ia mengucapkan terima kasih, memberi hormat untuk laga yang hebat.