Thursday, July 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Idrus Marham, Menteri Kabinet Kerja Pertama yang Menjadi Tersangka Kasus Korupsi

Idrus Marham, Menteri Kabinet Kerja Pertama yang Menjadi Tersangka Kasus Korupsi

Gempa di tahun politik sedang tejadi belakangan ini dan yang sedang hangat menjadi perbincangan adalah diputuskannya Idrus Marham sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus suap PLTU Riau 1. Dan karena statusnya sebagai tersangka, idrus Marham pun langsung mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Sosial pada hari Jumat 24 agustus kemarin dan sebagai penggantinya Jokowi menunjuk Agus Gumiwang sebagai Menteri Sosial.

Idrus Marham baru menjabat sebagai Menteri Sosial pada 17 Januari 2018 lalu menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang mengundurkan diri karena ingin berlaga di pemilu Gubernur Jawa timur 2018 ini.

Idrus Marham menjadi Menteri Kabinet Kerja Jokowi pertama yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Sebelumnya ada 4 menteri kabinet kerja yang pernah dipanggil KPK tapi hanya berstatus sebagai saksi yaitu Menkum HAM Yasonna Laoly (korupsi e-KTP), Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo (kasus suap auditor BPK), Menhub Budi Karya Sumadi (korupsi Dirjen Perhubungan Laut) dan Menteri ESDM Ignasius Jonan (kasus suap perizinan proyek Dirjen Perhubungan Laut).

Idrus Marham memulai karir politiknya ketika terpilih menjadi anggota MPR pada pemilu 1997. Bersama partai golkar ia juga pernah terpilih sebagai anggota DPR untuk tiga periode berturut-turut dari 1999-2014 untuk Dapil III SulSel. Idrus juga pernah menjadi Ketua Panitia Khusus hak Angket Bank Century.

Pada tanggal 23 agustus 2018 KPK telah menirim Surat Perintah dimulainya Penyidikan atau SPDP. Dan itu menurut idrus adalah salah satu tanda bahwa dirinya menjadi tersangka di kasus Proyek PLTU Riau-1.

Selain mengundurkan diri dari Jabatan sebagai Menteri Sosial, Idrus Marham juga mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar tepatnya sebagai Koordinator bidang Kelembagaan Partai pohon beringin tersebut.

Dalam kasus tersbut Idrus diduga menerima suap bersama-sama dengan tersangka Eni Maulani Saragih. Sebelumnya KPK telah menetapkan Wakil ketua komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johanes B Kotjo selaku pemilik Blackgold Natural Resources Limited sebagai tersangka. Eni diduga menerima suap dari Johanes secara bertahap dengan  total sebesar 4,8 miliar rupiah.

Makin banyak saja pejabat yang ditangkap oleh KPK sebagai tersangka kasus suap dan korupsi. Semoga kedepannya Indonesia akan mampu melahirkan para wakil rakyat yang bebas dari segala macam tindakan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.