Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Hukuman Untuk Para Pelaku Tindakan Kekerasan Terhadap Narapidana

Hukuman Untuk Para Pelaku Tindakan Kekerasan Terhadap Narapidana

Potongan video tindak kekerasan terhadap tahanan narkoba pindahan dari Lapas Krobokan dan Lapas Bangli ke Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, viral. Akibat kejadian ini maka Kalapas Narkotika Nusakambangan berinisial HM pun diperiksa.

Telah terjadi insiden-insiden pelanggaran terhadap standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan. Hal itu dikatakan oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Produksi Kemenkum HAM, Junaedi. Hal itu juga diungkapkan dalam jumpa pers di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Junaedi juga menjelaskan, peristiwa ini terjadi Kamis 28 Maret 2019 saat proses pemindahan 26 narapidana dari Bali ke Lapas Nusakambangan. Masing-masing 10 orang napi dari Lapas Krobokan dan 16 orang dari Lapas Bangli.

Kalapas Narkotika Nusakambangan didampingi oleh Kabid Kamtib Lapas Batu selaku penanggung jawab Satgas Pengamanan Penyeberangan. Keduanya telah mengumpulkan seluruh anggota satgas dan tim dari Lapas Narkotika Nusakambangan di lokasi. Semua diberi arahan agar para napi diperiksa lebih teliti agar tidak terulang kasus masuknya narkoba yang dibawa napi pindahan.

Rombongan napi tiba sekitar pukul 13.30 WIB dan diturunkan di halaman depan Pos Satgas Wijayapura di Dermaga Wijayapura, pintu masuk menuju Lapas Nusakambangan. Pada saat proses pemeriksaan napi sebelum diseberangkan ke Lapas Nusakambangan ini lah terjadi pelanggaran.

“Dari peristiwa itulah terjadi pelanggaran prosedur, sekali lagi, pelanggaran prosedur, yang dilakukan oleh para petugas sebagaimana video yang sementara ini beredar di masyarakat,” ujar Junaedi.

Dari video yang berdurasi 1 menit 22 detik, para napi ini tampak dalam kondisi tangan dan kaki terborgol. Mata mereka tertutup oleh kaos yang mereka kenakan. Ada napi yang terlihat dipukul. Ada juga yang diseret-seret. Napi yang lain tampak berjalan jongkok menuju kapal.

Dalam kasus ini, Kalapas Narkotika Nusakambangan HM pun dinilai telah lalai karena tidak mampu mengendalikan anak buahnya sebanyak 13 orang sehingga terjadi pelanggaran prosedur. Seluruh petugas tersebut sudah diperiksa dan membenarkan adanya tindakan kekerasan tersebut.

“Kalapas Narkotika telah dinonaktifkan, ditarik ke kantor wilayah dan Kemudian kepala kantor wilayah menunjuk pelaksana harian, yaitu pejabat Kabid Pembinaan Lapas Batu, saudara Irfan Wijaya, untuk melaksanakan tugas sebagai Kepala di Lapas Narkotika Nusakambangan,” jelas Junaedi.

“Sampai saat ini, ketigabelas petugas ini terus didalami oleh tim dan apabila pelanggaran ini kategori berat, ringan, sedang, sesuai dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan, maka akan dijatuhi hukuman secara administrasi kepegawaian, didasarkan pada PP 53 dan kemudian juga Pertanggungjawaban secara hukum mesti mereka harus dimintakan dan mereka harus lakukan.”

Junaedi menyebut ke 26 napi ini telah dipindahkan ke Nusakambangan karena diduga masih mengendalikan peredaran narkoba dari penjara. Seluruhnya akan ditempatkan di lapas super maximum security.