Monday, August 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Hujan Es Mengguyur Kota Mekkah Dan Para Jemaah Haji

Hujan Es Mengguyur Kota Mekkah Dan Para Jemaah Haji

Hujan deras disertai dengan es mengguyur Kota Makkah pada hari Senin (12/8) sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Hujan ini membuat jemaah haji yang tengah berada di Jamarat atau tempat lontar jumrah melindungi diri dengan payung atau berteduh di tempat aman. Momen ini dibagikan oleh ustaz Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) yang tengah berada di Arab Saudi untuk bantu membimbing jemaah haji khusus.

Dalam video yang telah diunggah dalam akun Facebook-nya, Aa Gym mengungkapkan hujan es terjadi cukup deras dari tempat peristirahatannya. Hujan deras ini ternyata juga membuat ruas jalan di depan hotel tergenang.

“Masyaallah ada hujan es ini sahabat-sahabat sekalian, yang menurunkan segalanya. Besar-besar esnya masyaallah, semuanya sedang bertasbih kepada Allah. Tidak ada satu pun kecuali Allah yang mampu menghendaki. Allah yang bisa menurunkan (hujan),” kata Aa Gym seperti dikutip kumparan, Selasa (13/8).

Aa Gym juga bersyukur dan berharap hujan deras yang turun ini bisa menjadi rahmat bagi seluruh umat muslim. Termasuk juga para jemaah haji yang tengah menunaikan ibadahnya. “Dan besar sekali, masyaallah. Semoga Allah menjadikan hujan ini hujan rahmat. Langsung seperti ini banjir memang karena sistem pengairannya berbeda,” ungkap Aa Gym.

Hujan deras yang telah melanda kawasan Mina, Makkah, ini dipastikan tidak merusak tenda jemaah haji Indonesia. Para petugas haji Indonesia juga tetap bersiaga di pos masing-masing untuk membantu para jemaah.

Hujan deras sebelumnya juga sempat turun di Arafah pada hari Sabtu (10/8) lalu. Hujan yang berlangsung selama satu jam ini menjadi nikmat tersendiri bagi para jemaah haji yang saat itu tengah melaksanakan wukuf. Padahal sebelum hujan turun, cuaca di sekitar lokasi itu panas terik dan menyengat, kemudian tertutup awan mendung lalu hujan.

Hujan deras mengguyur kawasan Mina, Makkah, Senin (12/08) sekitar 15.30 waktu setempat. Namun, kondisi cuaca itu dipastikan tidak merusak tenda jemaah haji asal Indonesia. “Petugas juga siaga di pos masing-masing untuk memastikan kondisi aman. Dan juga layanan kepada jemaah berjalan sebagaimana biasanya,” tegas Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna) Jaetul Muchlis di Mina lewat keterangan tertulisnya.

Pergerakan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk juga Indonesia setelah hujan reda terus berjalan. Dari tenda Mina ke tempat lontar jumrah (jamarat) atau sebaliknya juga berjalan lancar. Ribuan jemaah pun memanfaatkan payung untuk melindungi diri saat hujan.

“Dampak hujan yaitu berupa sampah di jalanan karena kantong-kantong sampah hanyut dan sekarang dalam tahap pembersihan,” tuturnya. “Layanan katering di dapur tetap berjalan. Petugas haji juga terus memantau agar distribusi makan malam untuk jemaah berjalan normal,” sambungnya.

Muchlis juga memastikan, petugas haji Indonesia siaga di pos masing-masing untuk membantu jemaah. “Sementara ini, jemaah haji Indonesia yang masih ada di Mina, diminta untuk menahan diri tidak ke jamarat. Selain cukup padat oleh jemaah dari negara lain, kondisi jalan pun juga masih basah dan licin,” tandasnya.