Sunday, September 27Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Hati-hati! Pelecehan Seksual Sering Terjadi di Konser

Jakarta – Konser musik seharusnya menjadi ruang yang aman untuk semua orang bersenang-senang, tanpa terkecuali, baik laki-laki maupun perempuan.

Namun kenyataannya laporan mengenai pelecehan seksual di konser masih tinggi dan hal tersebut masih menjadi fenomena puncak gunung es.

Menurut musisi, penulis lagu, sekaligus aktivis, Rara Sekar, pelecehan seksual di ruang lingkup konser musik sebenarnya tidak hanya terjadi antar penonton saja.

Sejumlah kasus juga ditemukan antar penonton dan musisi, antar sesama musisi, bahkan musisi dan kru di belakang panggung dengan perempuan sebagai mayoritas korban.

“Aku sering mendengar cerita langsung dari teman-teman perempuan mengenai apa yang terjadi di backstage, ini antar musisi, musisi dengan crew atau musisi dengan penonton,” ungkap Rara Sekar dalam diskusi yang berlangsung di Thamrin, Jakarta Pusat.
Rara Sekar mengungkapkan, kondisi tersebut diperparah oleh adanya pembiaran dan anggapan yang keliru memandang bila pelecehan seksual lumrah terjadi.

“Seringkali kalau konser, tidak semua yang menontonnya kondusif, aku merasa, kalau terjadi pelecehan, ada pembiaran, ada normalisasi di situ, misalnya penonton dengan penonton bisa terjadi pelecehan seksual di situ,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bentuk pelecehan seksual banyak jenisnya. Tidak hanya fisik, karena beberapa pelecehan seksual justru terjadi dalam bentuk verbal.

“Kalau musisi yang tampil agak jauh, biasanya (mengalami pelecehan) verbal. Biasanya diteriaki,” cerita Rara.

Menanggapi kasus pelecehan seksual di area konser, Gender Specialist dari UNDP, Yenny Widjaja, mengatakan bahwa kasus tersebut sebenarnya merujuk pada sesuatu yang lebih besar lagi.