Wednesday, September 30Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Hanya Gara-gara antrian di SPBU, Oknum TNI Terlibat Perkelahian Dengan Wanita Petugas SPBU

Hanya Gara-gara antrian di SPBU, Oknum TNI Terlibat Perkelahian Dengan Wanita Petugas SPBU

Berita yang memberikan pelajaran bagi kita semua untuk lebih menghargai orang lain dan bersikap sopan santun terhadap sesama ditunjukkan pada beberapa hari lalu di salah satu kejadian kurang menyenangkan di SPBU Sumatera Utara. Dari kejadian ini kita harus belajar agar lebih sopan saat berbicara atau menegur orang lain juga jangan harus bisa mengontrol emosi ketika terlibat perdebatan dengan sesorang di jalan atau tempat umum.

Kejadian di tanggal 22 agustus kemarin di salah SPBU di deli serdang, sumatera utara benar-benar tidak patut ditiru oleh siapa pun karena ada seorang oknum TNI yang menganiaya secara fisik petugas SPBU perempuan hanya karena masalah sepele yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik-baik.

Menurut informasi yang di dapat dan dari CCTV SPBU terlihat awalnya ada dua orang berboncengan naik motor datang ke SPBU untuk mengisi bensin pastinya. Namun terlihat ia megantri tidak sesuai dengan tempatnya. Bukan mengantri di antrian sepeeda motor, diketahui oknum TNI tersebut mengantri di antrean untuk mobil. Petugas SPBU meminta pengendara sepeda motor untuk mengantri di tempat yang seharusnya. Namun wanita yang dibonceng oknum TNI tidak terima dan terlibat adu mulut dengan petugas SPBU yang bernama Anggi namun sayangnya oknum TNI lalu ikut terpancing emosi dan menendang petugas SPBU tersebut dan akhirnya menimbukan keributan di sekitar SPBU.

Apapun alasannya nampaknya menendang seorang perempuan yang sudah ketakutan berlari oleh seorang pria adalah tindakan yang sama sekali tidak dibenarkan dan bisa dibilang mendekati seorang pengecut. Apalagi dilakukan oleh oknum TNI yang harusnya sudah terlatih secara mental dan fisik. Itu sama sekali tidak menunjukkan semangat TNI untuk menyakiti seorang wanita.

Dari informasi lain yang didapat dikatakan bahwa petugas SPBU mengatakan kata-kata yang tidak sopan kepada oknum TNI dan istrinya yang salah mengantri tersebut. Namun melakukan tindakan kekerasan adalah bukan jawabang dari semua itu. Sekali lagi apalagi TNI adalah pelindung Rakyat yang seharusnya melindungi dan memberi contoh yang baik.

Oleh sebab itu kita harus menyadari bahwa bersikap sopan terhadap sesama sangat diperlukan. Jika ada yang tidak sopan pada kita bukan berarti harus kita balas dengan hal yang negatif pula. Kalau sudah begini yang paling benar adalah selesaikan secara hukun untuk kedua belah pihak yaitu oknum TNI juga petugas SPBU, agar tidak ada lagi hal-hal seperti itu di jalan ataupun tempat umum agar menimbulkan efek jera bagi semuanya.