Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Hal-hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Kamu Dipecat

Hal-hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Kamu Dipecat

Siapa yang tidak sedih ketika secara tiba-tiba perjalanan karier Anda di suatu perusahaan harus berhenti begitu saja karena Anda dipecat?

Selain sedih, perasaan marah dan benci juga akan muncul karena Anda merasa kerja keras dan usaha Anda selama ini tidak dihargai. Jika sudah begitu, kita sebagai manusia biasanya akan lupa diri dan melakukan berbagai hal yang nantinya akan kita sesali. Misalnya memaki atasan di depan banyak orang atau merusak fasilitas kantor yang tentu saja tidak hanya akan merugikan, tetapi juga bisa merusak reputasi baik yang selama ini sudah Anda bangun.

Agar Anda tidak mengalami hal-hal tersebut, berikut kumparanWOMAN telah merangkum beberapa tindakan yang harus dihindari setelah Anda dipecat dari perusahaan seperti disampaikan oleh Sophia Amoruso dalam bukunya yang berjudul Girlboss. Apa saja?

Menunjukkan perilaku tidak sopan

Mendapat kabar buruk karena Anda dikeluarkan dari perusahaan tentu menjadi momen yang emosional bagi siapa saja. Oleh karena itu, kita sebagai perempuan karier harus memiliki kontrol diri yang kuat. Sadari jika dipecat, itu berarti tandanya Anda telah melakukan sebuah kesalahan fatal.

Maka dari itu, usahakan agar Anda tidak menunjukkan perilaku tidak sopan untuk meluapkan emosi. Misalnya menjelekkan atasan, mencari perhatian dengan berteriak dan marah, hingga merusak fasilitas kantor. Tarik nafas dalam-dalam, tenangkan diri, jika ingin menangis pergilah ke toilet dan setelahnya tetap tunjukkan versi terbaik dari diri Anda di hadapan semua orang.

Menuntut perusahaan

Dipecatnya seorang karyawan dari sebuah perusahaan kemungkinan disebabkan oleh kelalaian atau kinerja sang karyawan. Namun terkadang dalam kasus-kasus tertentu, ada juga karyawan yang dipecat sepihak karena dianggap telah melakukan kesalahan. Padahal mungkin masalah yang terjadi tidak sepenuhnya menjadi kesalahan Anda.

Meski begitu, belum tentu Anda bisa menuntut perusahaan dengan seenaknya. Jika Anda tidak memiliki bukti dan alasan yang kuat atas kelalaian atau kesalahan perusahaan, maka tidak bisa begitu saja melakukan proses hukum.

Mempengaruhi rekan kerja

Perasaan emosi kerap sekali membuat kita menjadi lupa diri. Terutama emosi yang muncul karena Anda merasa dikhianati karena sudah dipecat oleh perusahaan. Umumnya, cara termudah untuk melampiaskannya adalah dengan menyebar keburukan perusahaan kepada sesama rekan kerja agar mereka merasa simpati terhadap Anda dan ikut membenci perusahaan. Namun ketahuilah bahwa cara itu bukanlah jalan keluar yang baik.

Cobalah untuk tidak menjadi seseorang yang egois. Pikirkan nasib rekan-rekan kerja Anda. Ingatlah bahwa meski merasa simpati terhadap Anda, rekan kerja Anda tentu masih tetap khawatir dengan posisi mereka di perusahaan. Jangan sampai Anda membuat seseorang kehilangan pekerjaan hanya karena Anda tidak ingin sendirian dalam menghadapi masalah.

Komplain di media sosial

Meski akun media sosial adalah milik Anda pribadi, namun apapun yang Anda lakukan dan Anda tulis di media sosial akan tercatat dan bisa dilihat oleh banyak orang di seluruh dunia. Perlu diingat bahwa saat ini pihak perusahaan tidak hanya akan mengecek CV Anda saat wawancara kerja, tetapi juga memantau kegiatan Anda di media sosial. Jika mereka menemukan Anda pernah menjelekkan perusahaan dan atasan di tempat kerja sebelumnya, mereka akan menilai bahwa Anda bukanlah orang yang bijak dan loyal.

Jadi mencurahkan isi hati dan kebencian di media sosial bukanlah ide yang baik setelah Anda dipecat dari pekerjaan. Jika ingin bercerita, sebaiknya ceritalah kepada teman terdekat atau keluarga yang bisa dipercaya dan bisa memberikan nasihat serta solusi yang baik.

Menjadikan mantan atasan sebagai referensi tanpa izin

Jika Anda dipecat dengan cara yang tidak baik karena kesalahan yang diperbuat dianggap begitu fatal, biasanya hubungan antara Anda, atasan, dan perusahaan akan menjadi renggang. Jika seperti itu, bisa saja pihak perusahaan atau atasan tidak akan memberikan surat referensi bagi Anda. Padahal surat referensi adalah hal yang sangat penting sebagai bukti validasi kinerja Anda selama bekerja.

Jika kasusnya seperti itu, di masa depan usahakan agar Anda tidak menjadikan perusahaan, mantan atasan, atau mantan rekan kerja Anda sebagai referensi saat akan melamar di tempat baru tanpa seizin mereka. Apabila Anda benar-benar membutuhkan referensi dari mereka, coba perbaiki hubungan dengan meminta maaf dan mintalah referensi dengan cara yang baik dan sopan.