Wednesday, November 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Hal-hal Yang Harus Diketahui Sebelum Menggunakan Aplikasi Pay Later

Hal-hal Yang Harus Diketahui Sebelum Menggunakan Aplikasi Pay Later

Platform pay later belakangan ini tengah menjadi tren. Sejumlah perusahaan bahkan berlomba-lomba mempromosikan kemudahan untuk fasilitas ‘beli sekarang bayar belakangan’ yang dapat dipakai untuk traveling, pembelian makanan, transportasi hingga produk konsumsi lainnya.

Layanan ini tentunya memudahkan konsumen, namun jika kamu tidak berhati-hati, lilitan utang bakal menghantui. Grant Thornton, salah satu organisasi global terkemuka yang memang menyediakan jasa assurance, tax, dan advisory. Sudah merangkum lima risiko penggunaan pay later yang perlu diketahui. Nah, sebelum kamu menggunakan aplikasi pay later, pahami dulu sejumlah risiko berikut.

  1. Perilaku Konsumtif Berlebihan

Tanpa disadari dengan kemudahan untuk membeli sekarang bayar belakangan, memberikan dorongan impulsif dalam keputusan pembelian yang seringkali justru jatuh kepada barang-barang yang tidak diperlukan.

  1. Biaya yang Tak Disadari

Masyarakat, terutama milenial sangat menyukai kecepatan dan kepraktisan. Terkadang mereka pun tidak memahami berbagai biaya yang langsung aktif di saat mereka menggunakan fitur pay later. Seperti biaya subscription, biaya cicilan dan biaya lainnya yang dapat berbeda dari tiap aplikasi. Biaya ini seringkali memberatkan disaat tagihan datang.

  1. Pengaturan Keuangan Terganggu

Mudahnya pembelian fasilitas pay later dari berbagai aplikasi juga seringkali dapat mengganggu pengaturan keuangan. Yaitu pada keuangan pribadi dengan banyaknya cicilan yang datang.

  1. Penunggakan yang Berisiko pada BI Checking

Melalui BI checking, lancar atau tidaknya pembayaran nasabah akan terlihat jelas. Jika terjadi tunggakan transaksi pada pay later, maka tagihan tersebut akan menyebabkan catatan reputasi kredit yang buruk.

  1. Peretasan Identitas

Bertransaksi via digital tak luput dari bahayanya peretasan yang mengintai.Meskipun setiap aplikasi tentu sudah menyiapkan keamanan tingkat tinggi untuk penggunanya, risiko para kriminal siber mampu menemukan cara meretas database di akun transaksi pengguna dan menggunakannya untuk hal-hal yang tidak bertanggung jawab tetap ada.

Pahami Risiko Agar Tak Terlilit Utang

Melihat banyaknya risiko yang mungkin timbul, perlu diimbangi juga dengan pemahaman masyarakat akan sisi positif pay later. Alexander Adrianto Tjahyadi, Audit and Assurance Partner Grant Thornton Indonesia berpendapat, yang terlihat ‘mudah’ di permukaan belum tentu ‘mudah’ selamanya.

“Konsumen harus pahami, telaah, dan tentukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Substansi Pay later adalah instrumen kredit yang pasti ada konsekuensi finansial yang dapat merugikan jika tidak dipergunakan secara bijaksana dan seksama,” katanya.

Fitur pay later sebenarnya juga bisa menjadi opsi lain yang lebih mudah dan nyaman bagi masyarakat dalam mengakses kartu kredit. Yang dalam pengajuannya juga harus melewati beberapa tahap.

Pemahaman fitur pay later dengan baik sangat dibutuhkan agar pengguna terhindar dari jeratan utang maupun cicilan melilit. Jika digunakan dengan hati-hati, tentunya fitur pembayaran ini mampu mendorong peningkatan inklusi keuangan Indonesia.