Wednesday, August 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Hal-hal Yang Harus Dihindari Untuk Mencegah Bayi Lahir Cacat

Hal-hal Yang Harus Dihindari Untuk Mencegah Bayi Lahir Cacat

Setiap orangtua menginginkan anaknya terlahir ke dunia dengan fisik yang sempurna. Namun demikian ternyata ada banyak faktor tak terduga yang dapat menyebabkan bayi terlahir cacat. Oleh karena itu sudah sepatutnya bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan fisik dan pola makannya untuk menjamin kesehatan si jabang bayi dalam kandungan. Menjaga kehamilan sehat itu juga termasuk menghindari beberapa kebiasaan yang mungkin Anda lakukan setiap hari, yang tanpa disadari bisa meningkatkan risiko bayi lahir cacat. Apa saja itu?

  1. Diet

Janin dalam kandungan membutuhkan asupan nutrisi yang berkelanjutan. Menyengajakan mengurangi porsi makan atau pun membatasi jenis makanan tertentu untuk berdiet akan mengurangi asupan nutrisi janin, sehingga menghambat proses tumbuh kembangnya.

Akan tetapi, makan berlebihan juga tidak bagus. Misalnya kelebihan vitamin A jenis retinoat ternyata dapat menyebabkan bayi lahir cacat. Yang di dalamnya itu termasuk gangguan sistem saraf pusat, cacat tengkorak dan bentuk wajah (misal anencephaly), dan cacat jantung.

  1. Merokok atau mengonsumsi alkohol

Konsumsi rokok dan juga alkohol selama mengandung dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi. Risiko terjadinya keguguran juga dapat meningkat.

Anak yang lahir dari ibu perokok mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk memiliki mata juling alias strabismus. Bayi yang ibunya merokok pada trimester pertama kehamilan itu lebih mungkin untuk memiliki cacat jantung dan paru saat lahir. Merokok selama kehamilan ternyata juga dapat berdampak permanen pada fungsi otak anak, termasuk IQ rendah.

Minum alkohol saat hamil juga dapat menyebabkan bayi lahir dengan fetal alcohol syndrome, kondisi cacat lahir yang dapat berdampak permanen. Bayi bisa mengalami kelainan bentuk wajah (kepala lebih kecil), kelainan jantung, dan kerusakan sistem saraf pusat. Kerusakan pada sistem saraf pusat juga dapat mencakup banyak hal. Misalnya seperti cacat intelektual, keterlambatan perkembangan fisik, penglihatan dan masalah pada pendengaran serta berbagai masalah perilaku.

  1. Melakukan aktivitas yang terlalu berat

Aktivitas fisik dan juga olahraga memang tetap harus dilakukan oleh ibu hamil untuk mempertahankan kebugaran tubuhnya.Ibu hamil yang rajin olahraga justru akan melahirkan anak cerdas. Namun beraktivitas fisik terlalu berat dapat menempatkan stres pada janin, yang dapat memengaruhi tumbuh kembangnya.

Aturan amannya adalah lakukanlah olahraga intensitas sedang selama 30 menit per hari atau 2,5 jam per minggu. Anda bisa jalan kaki, berenang, atau yoga hamil. Hindari mengangkat beban berat, kelelahan pada tubuh, dan peningkatan suhu tubuh yang terlalu tinggi.

  1. Stres

Saat stres, tubuh memproduksi kortisol dan hormon stres lainnya. Stres yang berlangsung terus menerus juga dapat memicu respon peradangan kronis yang bisa memengaruhi kesehatan kehamilan dan masalah perkembangan janin dalam rahim. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa stres pada ibu hamil dapat meningkatkan dampak buruk. Misalnya seperti risiko kelahiran prematur, berat lahir rendah, serta gangguan pertumbuhan saraf dan otak janin.

  1. Jajan sembarangan

Makanan yang tidak dimasak sampai matang sepenuhnya mungkin masih mengandung beberapa parasit yang berbahaya bagi kesehatan. Parasit tersebut juga bisa saja melewati saluran plasenta dan menggerogoti tubuh bayi yang sedang berkembang.