Monday, September 28Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Gus Akbar Mengaku Pakai Jin Agar Bisa Lakukan Hal Ini

Gus Akbar Mengaku Pakai Jin Agar Bisa Lakukan Hal Ini

Penipuan dengan modus penggandaan uang hingga ratusan juta rupiah masih saja terjadi dan kali ini kembali menimpa warga di Jawa Timur. Dan kali ini pelakunya yaitu pemuda dari Gempol, Sidoarjo bernama Fatkhul Akbar alias Gus Akbar berusia 22 tahun. Untuk mendapatkan uang yang ia inginkan, syaratnya korban harus menyetor uang mahar. Mahar yang ia minta pun bervariatif dan tergantung pada kemampuan sang korban. Contohnya mahar Rp 5 juta, Gus Akbar menjanjikan akan menggandakannya menjadi Rp 500 juta.

Setelah korban menyetor uang, mereka diharuskan melakukan beberapa ritual seperti mandi di laut selatan, membeli minyak juga kembang,  serta membuat bubur merah untuk dimakan seluruh anggota keluarga korban. Menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Ajun Komisaris Juda Nusa Putra, pengakuan tersangka dalam melakukan aksinya dibantu oleh jin atau makhluk halus.

“Demi bisa mengelabui korban, tersangka mengaku menggunakan jasa jin, sehingga ketika melihat uang palsu akan dikira uang asli. Jadi menurutnya korban dibuat tidak sadar jika telah diperdaya olehnya,” Rabu (17/10/2018). Tampilan pelaku pun saat memperdaya korbannya sangat meyakinkan. Pria yang masih muda ini mengenakan jubah, peci dan juga sorban selayaknya seorang gus. Setelah semua ritual yang diajarkan telah dilakukan oleh sang korban, pelaku lalu menyerahkan tumpukan uang kepada para korban itu. Namun ternyata bukannya uang asli yang diserahkan, melainkan hanyalah uang mainan yang mereka terima.

“Saat korban menerima uang, mereka dalam kondisi diperdaya, sehingga uang palsu akan mereka kira uang asli,” lanjut Juda Nusa. Dalam kasus yang memang sering terjadi ini, polisi telah menerima empat laporan dari para korban praktik penipuan yang dilakukan oleh Gus Akbar. Namun, polisi meyakini masih banyak korban Gus Akbar karena praktik penipuan ini telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun. Sementara uang hasil kejahatan penipuan ini tercatat telah mencapai lebih dari 1 miliar rupiah.

“Pihak yang berwajib masih terus mendalami kasus ini. Sangat ada kemungkinan korban bertambah.  Oleh sebab itu kami persilakan mereka untuk melapor,” ujarnya. Kasus penipuan berkedok penggandaan uang ini berhasil terbongkar setelah perangkat desa memergoki saat pelaku membeli uang mainan dalam jumlah yang sangat besar. Di hadapan petugas,  pelaku mengakui semua perbuatan penipuannya. Dia mengaku berinisiatif menipu karena selama ini berprofesi sebagai dukun yang mampu untuk mengobati orang sakit. Hasil dari penipuan tersebut, oleh tersangka digunakan untuk berfoya-foya. “Uangnya saya gunakan untuk bersenang-senang seperti membeli sepeda motor dan yang lainnya,” tutur Gus Akbar.