Wednesday, September 30Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Gerindra Pun Akhirnya Polisikan Ratna Sarumpaet

Gerindra Pun Akhirnya Polisikan Ratna Sarumpaet

Apes nian nasib mantan aktivis HAM ini, setelah menyebarkan berita hoaks akhirnya ia pun harus rela dilarang bepergian dan ditangkap oleh pihak kepolisian serta harus terus menerus mendapatkan laporan dari sekutu maupun oposisinya di partai politik. Belakangan diketahui, Lembaga Advokasi Hukum DPD Partai Gerindra DKI Jakarta melaporkan Ratna Sarumpaet atas perkara penyebaran informasi untuk menimbulkan kebencian atau menyebarkan berita bohong alias hoaks.

Laporan itu terdaftar di Polda Metro Jaya dengan nomor LP/5381/X/2018/PMJ direskrimsus tertanggal 6 Oktober 2018. Ketua Advokasi Hukum DPD Gerindra Yupen hadi pun membenarkan laporan kepada ratna tersebut tentang berita hoaks saat dikonfirmasi melalui pesan singkat hari senin kemarin. Dalam laporan itu Yupen mengatakan pihaknya telah menyertakan sejumlah barang bukti di antaranya video konferensi pers serta sejumlah link berita media massa online.

Menurut Sekretaris Lembaga Advokasi Hukum Gerindra DKI, Mohamad Taufiqurrahman, Ratna dilaporkan karena telah membuat kerugian yang cukup besar bagi Partai Gerindra. Menurutnya kebohongan Ratna Sarumpaet tersebut juga telah mengganggu situasi publik saat menuju Pilpres 2019. Dalam laporan itu Ratna diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 jo. Pasal 45 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Taufiq pun berharap agar laporannya bisa diakomodir dan diproses oleh pihak berwajib. Menurutnya, ia perlu ambil bagian agar tidak ada lagi Ratna Sarumpaet yang lain di kemudian hari. Bola liar atas kebohongan atau hoaks ini turut merugikan Partai Gerindra dan Prabowo. Taufiq juga menyatakan langkah ini merupakan sekaligus bukti jika pihaknya tidak “cuci tangan” terkait polemik kebohongan Ratna Sarumpaet.

Menurutnya justru Prabowo telah bersikap ksatria karena telah meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas kekhilafannya yang telah mempercayai kebohongan Ratna. Kita juga menjunjung tinggi hukum, oleh sebab itu mengedepankan proses hukum dalam penyelesaian masalah ini bukan dengan balik menyerang ataupun beropini. Semoga di masa depan tidak ada lagi kebohongan murahan macam hoaks Ratna ini dan semua pihak diharapkan lebih cerdas dalam menanggapi berita yang tersebar di sosial media.