Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Gerhana Bulan Berikan Manfaat Positif Untuk Kesehatan Kulit

Gerhana bulan kabarnya akan terlihat lagi di Indonesia, kali ini gerhana total dimana menjadi salah satu fenomena langsung, bahkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika menyebutkan, jika gerhana total kali ini menjadi yang terlama dalam satu abad terakhir, karena berlangsung hingga 103 menit, ini terjadi hampir dua jam penuh.

Bahkan total akan terjadi gerhana pada 28 Juli 2018 mendatang, mulai dari tengah malam hingga pagi hari. Ini tentu sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, sejak BMKG mengumumkan hal tersebut, banyak yang menyebutkan mitos tentang gerhana. Tidak sedikit yang mengaitkan dengan sejarah yang cukup menyeramkan, bahkan sebaiknya ibu hamil dan anak-anak berada dalam rumah saja karena bisa terjadi bahaya.

Apakah ini hanya mitos belaka atau memang benar adanya, namun Ayurmantra memberikan penjelasan tentang mitos yang sudah berkembang di masyarakat tentang gerhana bulan. Ternyata ini banyak memberikan pengaruh atau dampak positif, mulai dari tidak benar jika melihat gerhana secara langsung akan menyebabkan kebutaan, ini akan terjadi pada gerhana mata hari total. Sedangkan untuk gerhana yang terjadi di malam hari, Anda bisa menyaksikan hingga selesai tanpa efek samping apapun di retina.

Bahkan jika menelusuri literatur dari Allopathy, jelas disebutkan jika ibu hamil tidak akan memberikan efek apapun jika melihat gerhana secara langsung, baik untuk ibu dan janin. Sehingga aman menyaksikan langsung, namun disarankan menggunakan pakaian agak tebal karena akan terjadi di tengah malam.

Baca juga : Gerhana Bulan Total Diprediksi Akan Terjadi Pada 28 Juli 2018

Jika dahulu gerhana bulan banyak dikaitkan akan mengubah mental seseorang yang menyaksikan secara langsung, ini memang benar namun bukan dampak negatif, melainkan memberikan good mood untuk semua yang menyaksikan secara langsung. Dimana ritme jantung akan semakin cepat, aliran darah menjadi terasa lebih bersemangat, hal ini karena air laut sedang pasang saat gerhana terjadi.

Hati-hati jika melihat gerhana di malam hari, pasalnya nyamuk akan berkembang lebih banyak dan cepat. Banyak peneliti menyebutkan jika nyamuk jenis Aedes (penyebab demam berdarah), Culex, Anopheles dan Psorophora akan bertambah dengan cepat. Gunakan pakaian tebal dan panjang jika tidak mau di gigit nyamuk.

Anda jangan heran saat menyaksikan gerhana bulan, dimana sinarnya tidak akan seterang sebelumnya. Pasalnya bumi menutupi sinar matahari, sehingga bulan tidak bisa memantulkan sinarnya. Itulah kenapa ini sangat aman, bahkan bisa disaksikan dengan mata telanjang tanpa menggunakan bantuan alat apapun.

Segera catat tanggal dan jam gerhana bulan yang akan terjadi pada Sabtu, 28 Juli 2018 mendatang, mulai pukul 02.30 hingga 04.14 WIB akan terjadi gerhana total. Ini bahkan hanya akan berlangsung satu abad sekali dan terasa lebih lama.

2 Comments

Comments are closed.