Sunday, September 27Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Gempa Serentak Sebagai Tanda Datangnya Peristiwa Mengejutkan Di Bumi

Gempa Serentak Sebagai Tanda Datangnya Peristiwa Mengejutkan Di Bumi

Satu artikel yang dilansir dalam laman livescience.com menyatakan bahwa bulan Agustus 2018 merupakan bulan paling mengguncang di seluruh dunia. Beberapa gempa bumi dengan skala Magnitudo besar dilaporkan terjadi di berbagai belahan Bumi. Apakah ini merupakan tanda-tanda peristiwa mengejutkan akan terjadi?

Dalam tiga minggu terakhir bulan Agustus 2018, telah terjadi 8 gempa bumi besar dengan magnitudo 6,5 atau lebih besar. Merupakan 40 persen dari jumlah gempa bumi besar yang terjadi pada tahun 2018 ini. Menurut United States Geological Survey (USGS), gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 terjadi di pantai Oregon. Di sepanjang zona patahan Blanco yang terpisah dengan zona patahan San Andreas di California.

Jascha Polet, seorang seismolog dari California State Polytechnic University, Pomona, menyatakan bahwa tidak perlu khawatir karena belum ada seismolog yang menyatakan akan ada gempa bumi besar di California. Memang dalam beberapa hari terakhir terjadi gempa bumi yang rata-rata tergolong besar di Bumi. Tetapi gempa itu terjadi dengan distribusi yang acak.

Menurut USGS yang dikutip livescience.com, 7 dari 8 guncangan besar terjadi disepanjang Ring of Fire atau Sabuk Circum-Pasifik. Area ini merupakan perbatasan Samudera Pasifik yang berbentuk seperti tapal kuda. Lokasi dimana 90 persen gempa bumi dunia terjadi. California berada di bagian timur cincin ini. Dalam 30 hari terakhir, gempa terbesar di California terjadi pada 27 Juli dengan Magnitudo 4,5, 105 kilometer lepas pantai utara California.

Beberapa wilayah seperti Ring of Fire lebih rentan terjadi gempa bumi. Gempa bumi merupakan peristiwa yang terjadi secara acak dan berdiri sendiri satu sama lain terhadap waktu. Peningkatan aktivitas seismik baru-baru ini merupakan peristiwa acak yang memiliki periode yang sangat sering dan juga periode yang jarang.

Gempa bumi besar akan mengurangi tekanan pada zona patahan tertentu, yang tentunya akan mengubah kecenderungan gempa bumi berikutnya di area sekitar patahan yang mengakibatkan gempa. Lebih lanjut livescience.com mengutip para peneliti mengatakan satu goncangan besar akan berkurang kekuatan dan frekuensinya seiring waktu semakin menetapnya posisi pada zona patahan tersebut.

Menurut USGS, bagian selatan California merupakan area yang mengalami gempa bumi hingga mencapai 10.000 kali setiap tahunnya. Magnitud-nya tidak terlalu besar sehingga tidak terdeteksi sebagian besar orang. Gempa bumi yang terjadi hampir di seluruh belahan bumi pada bulan Agustus 2018 ini merupakan peristiwa acak untuk memperbaiki posisi patahan lempeng yang tertekan. Bukan merupakan pertanda akan terjadi suatu peristiwa mengejutkan.