Friday, July 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Gempa Bumi Landa Sumba Timur, Siswa Sekolah DIpulangkan

Gempa Bumi Landa Sumba Timur, Siswa Sekolah DIpulangkan

Hanya selang beberapa hari setelah gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, kali ini terjadi lagi gempa yang mengguncang wilayah Indonesia tepatnya di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur dengan kekuatan 6 sampai 6,3 SR di hari selasa tanggal 2 September kemarin. Gempa itu tentunya merusak fasilitas yang ada di Sumba termasuk sekolah dan fasilitas publik lainnya.

Kerusakan bangunan sekolah ini akhirnya menyebabkan sekolah harus memulangkan para siswa-siswinya karena sudah tidak memungkinkan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar serta mencegah adanya gempa susulan yang bisa meruntuhkan gedung-gedung sekolah tersebut. Laporan sementara dari sekolah yang rusak, tidak ada korban jiwa namun terdapat banyak keretakan-keretakan dari beberapa bangunan seperti contohnya SMA Negeri Hahar. Laporan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Sumba Timur, Martina Djera saat dihubungi oleh salah satu portal berita di Indonesia.

Gempa menurut Kepala BPBD telah menimbulkan kepanikan dari para warga dan para siswa saat gempa melanda sehingga masyarakat langsung berhamburan ke luar rumah. Martina juga mengatakan memang ada kepanikan, para siswa berlarian keluar gedung sekolah sampai akhirnya mereka dipulangkan. Namun sejauh ini pihaknya belum menerima laporan dari daerah selatan Sumba Timur karena adanya kesulitan jaringan komunikasi padahal daerah ini merupakan salah satu daerah rawan gempa bumi.

Namun untungnya pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemda, LSM dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam hal kemungkinan adanya potensi tsunami yang bisa datang karena gempa tersebut. Dilansir dari akun titter BMKG, gempa ini sendiri berlokasi di 66 km Barat Daya Sumba Timur dengan kedalaman 10 km dan tidak berpotensi tsunami. Namun Martina menambahkan walau begitu ia tetap memperingat wilayah Sumba Timur bagian selatan untuk waspada terhadap adanya potensi tsunami yang terjadi.

Di lain pihak dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Huma BNPB, Sutopo Purwo mengatakan kalau gempa dirasakan selama kurang lebih 3-5 detik. Melalui pesan singkat ia juga menambahkan bahwa masyarakat yang panik berhamburan keluar rumah dan bangunan, siswa SD panik dan menangis serta para guru meminta para orangtua untuk menjemput anak-anaknya di sekolah. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban jiwa namun semua pihak terkait masih menelusuri daerah lain yang terdampak gempa Sumba seperti Waingapu, Tambolaka dan Bima serta Dompu.