Wednesday, January 29Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Geger Pria Garut Injak Kitab: Niat Buktikan Cinta Malah Berujung Penjara

Garut – Warga Kabupaten Garut belakangan ini dihebohkan dengan adanya sebuah foto seorang pria menginjak kitab Majmu Syarif, yang dalam unggahan viral disebut Al-Qur’an.

Informasi tersebut pertama kali muncul dan ramai diperbincangkan publik Senin (30/12/2019) lalu. Foto-foto pria menginjak kitab itu tersebar di media sosial khususnya Facebook.

Polisi yang mengetahui informasi tersebut kemudian langsung melakukan penyelidikan. Setelah diselidiki, ternyata seorang pria asal Garut bernama Hary Kurniawan dalangnya.
Hary kemudian ditangkap polisi pada Senin malam saat itu. Hary diamankan tim Resmob di rumahnya yang berada di Kecamatan Karangpawitan.

Saat diinterogasi polisi, Hary sempat mengelak. Namun, Hary akhirnya tidak bisa berkutik saat polisi memperlihatkan berbagai barang bukti kepadanya.

Berbagai fakta mengejutkan terungkap saat Hary diinterogasi. Kepada polisi, Hary mengaku melakukan hal tersebut bukan April 2019 lalu. Dia mengaku disuruh oleh pacarnya berinisial A untuk bersumpah dengan menginjak Al-Qur’an.

“Maksud pelaku HK melakukan hal tersebut dikarenakan disuruh oleh kekasihnya. Setelah diminta bersumpah, kemudian pelaku ini menginjak buku bertulis huruf Arab ini sambil bersumpah,” ungkap Kapolres Garut AKBP Dede Yudy Ferdiansah.

Ada tiga tuntutan sang kekasih yang membuat Hary gelap mata menginjak kitab. Pertama, sumpah injak Al-Qur’an itu dilakukan karena A menuding Hary berselingkuh dengan wanita lain.
Hal itu disebut Hary, karena A menemukan akun Facebook bernama Deny. Wajak Deny mirip dengan Hary, dan di akun Facebook tersebut, Deny bergandengan dengan wanita lain.

“Saya melakukan tindakan itu dan saya berikan sumpah Al-Qur’an dengan tujuan membuktikan bahwa akun Deny Suherman bukan milik saya,” ucap Hary kepada wartawan di Mapolres Garut, Selasa.

Kemudian yang kedua, Hary yang kepada A mengaku bahwa dia berstatus duda juga diminta untuk bersumpah bahwa sudah tidak memiliki istri lagi.
“Yang ketiga, saya dipaksa untuk bersumpah untuk berjanji akan menikahi dia (A),” katanya.

Aksi tak terpuji Hary ini mengundang kecaman dari berbagai pihak. Di antaranya datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI menilai aksi yang dilakukan Hary merupakan sebuah bentuk penistaan agama.

“Ketika sebuah kertas ditulis satu lafadz Allah saja, itu sudah tidak boleh diinjak. Apa lagi ini, kitab yang berisi ayat-ayat-Nya,” ujar Ketua MUI Garut KH Sirojul Munir.

Hary sendiri akhirnya ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus tersebut dia dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

“Tersangka kami jerat Pasal 177 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama empat bulan. Serta Pasal 45a ayat 2 UU ITE yang ancaman hukumannya enam tahun penjara,” ujar Kapolres Dede.