Saturday, August 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Game PUBG Mulai Jadi Sorotan MUI Karena Hal Ini

Game PUBG Mulai Jadi Sorotan MUI Karena Hal Ini

Sebanyak 50 orang tewas dalam penembakan keji di dua masjid di Christchruch, New Zealand (Selandia Baru). Pelaku teror dinyatakan menggunakan senjata bergaya militer jenis semi-otomatis saat melancarkan aksinya.

Perdana Menteri (PM) New Zealand, Jacinda Ardern, sebelumnya telah mengumumkan larangan untuk adanya senapan berjenis tersebut. Peraturan tertulisnya akan segera resmi diberlakukan 11 April 2019 mendatang.

Di lain pihak, senjata pelaku teror merembet ke permainan tembak-tembakan bernama PlayerUnknown’s Battlegrounds (PUBG). Disebut-sebut senjata pelaku mirip item di game PUBG. MUI Jawa Barat yang pertama kali mengeluarkan pernyataan itu. Bahwa mereka akan segera mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa haram mengenai PUBG.

“Tentu kita harus lebih teliti terlebih dahulu mengenai dampak dari game ini. Kami belum melakukan fatwa. Tapi secara umum kalau memang (PUBG) berdampak merusak jadi tidak boleh. Akan kami pertimbangkan untuk membuat fatwa supaya perlu ada menutup jalan sebuah kejahatan,” kata Ketua MUI Jabar Rahmat Syafei.

Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar juga menjelaskan wacana mengeluarkan fatwa haram itu memang bermula dari aksi teror keji di New Zealand oleh pria benama Brenton Tarrant. Menurutnya, pelaku melakukan aksinya karena terinspirasi game PUBG.

“Ternyata, pelaku (teroris di Selandia Baru) ini juga terinspirasi oleh game PUBG. Nah jadi ini adalah fenomena menarik kalau betul (PUBG) melahirkan tindakan (keji). Menarik sekali agar dikaji untuk game ini,” kata Rafani, Kamis (21/3).

Senada dengan MUI Jabar, MUI Pusat pun juga akan mengkaji kemungkinan adanya dampak negatif dari game yang sarat kekerasan tersebut. Lebih dari itu, MUI ternyata juga telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo).

“Kita akan lakukan pengkajian lebih mendalam mengenai konten dan dampak yang ditimbulkan. Saya juga sudah melakukan komunikasi dengan Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi terkait dengan hal ini” tutur Asrorun Niam Sholeh. Asrorun mengatakan, apabila hasil pengkajian mendalam sudah selesai, hasilnya bisa berupa fatwa bisa bukan.

“Jika pangkal masalahnya memang sudah dikaji secara mendalam maka akan ditentukan solusi untuk menjawab masalah tersebut. Nanti solusinya bisa fatwa atau yang lain. Fatwa adalah suatu jawaban dari hukum Islam terhadap masalah-masalah yang muncul di tengah masyarakat. Ini sebagai solusi dan panduan bagi masyarakat dan umat” kata Asrorun.

Bisa jadi setelah dilakukan kajian ini maka solusinya bukan berupa fatwa. Bisa jadi solusinya justru adalah soal penegakan hukum dan penguatan regulasi,” imbuhnya. Menurut Asrorun, Kominfo memiliki aturan mengenai game online. Termasuk konten-konten yang berisi perjudian hingga pornografi.

“Kemenkominfo juga sudah punya regulasi terkait dengan game online, yang melarang konten-konten yang berisi perjudian, pornografi dan kekerasan. Yang jadi salah satu pertimbangan lain dalam game kekerasan seperti PUBG ini adalah dampak yang ditimbulkan,” kata Asrorun.

“Karenanya MUI juga akan segera mengundang pakar di bidang ini untuk memberi pandangan ahli. Saya pun juga sudah komunikasi dengan Ketua KPAI terkait dampak buruknya ke anak-anak, kelompok yang terbanyak menjadi pengguna aplikasi ini. Kita juga akan mendengarkan ahli terkait,” tuturnya.