Thursday, September 24Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Fakta Pentolan Aremania Yang DIlarang Masuk Stadion Seumur Hidup

Fakta Pentolan Aremania Yang DIlarang Masuk Stadion Seumur Hidup

Pentolan Aremania, Yuli Sumpil, mendapat hukuman berat dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang telah resmi dikeluarkan pada Kamis (11/10/18). Hukumannya yaitu Yuli Sumpil dilarang hadir dalam pertandingan sepak bola seumur hidupnya. Sanksi tersebut diberikan setelah ia masuk ke lapangan pada pertandingan panas antara Arema FC vs Persebaya Surabaya bersama rekannya bernama Fandi.

Dirinya juga melakukan provokasi pada kiper cadangan Persebaya, Alfonsius Kelvan dengan cara menabur uang di atas lapangan. Yuli Sumpil memang selalu menghiasi pertandingan yang dijalani Arema FC di setiap musimnya. Kali ini kami pun mencoba untuk membahas fakta-fakta Yuli Sumpil, suporter yang dihukum seumur hidup tak boleh menyaksikan pertandingan sepak bola.

  1. Seorang Dirigen

Yuli Sumpil adalah suporter fanatik Arema FC yang juga merupakan seorang dirigen Aremania. Yuli Sumpil dipilih sebagai dirigen Aremania karena dirinya mampu berkomunikasi dengan baik oleh ribuan Aremania dan kemampuan untk membangkitkan semangat para suporter. Dan nilai plusnya karena ia memiliki penampilan yang cukup nyentrik.

  1. Menahan Lagu Rasis

Yuli Sumpil adalah orang yang menentukan lagu mana dan gerakan tubuh apa yang dilakukan Aremania di atas tribun. Yuli Sumpil mengatakan bahwa ia berusaha keras agar tak ada lagu rasis ketika laga berlangsung. “Kita selalu berusaha tidak menyanyikan lagu berirama rasis. Selama suporter lawan tidak memancing lebih dulu”.

  1. Ciptakan Lagu untuk Arema

Yuli Sumpil juga menciptakan lagu untuk dinyanyikan Aremania di setiap laga Singo Edan. Terciptanya lagu tersebut dimaksudkan agar para pemain, pelatih dan manajemen Arema FC tahu perjuangan para suporter

  1. Dinilai Mirip dengan Young Lex

Penampilan Yuli Sumpil dinilai mirip dengan penyanyi rap Indonesia, Young Lex. Kemiripan keduanya adalah sikap yang kontroversial dan sering mengeluarkan kata-kata kasar dalam setiap aksinya. Namun, bedanya sosok Yuli Sumpil tidak dibenci oleh sejumlah Aremania. Sedangkan aksi Young Lex yang kerap kali dibenci oleh netizen Indonesia.

  1. Dijadikan Penelitian Skripsi

Sosok Yuli Sumpil nyatanya pernah diteliti oleh salah satu mahasiswa Universitas Kristen Petra Surabaya bernama Ayub Dahana. Mahasiswa itu mencoba untuk membahas ‘Kompetensi Komunikasi Yuli Sumpil dalam Memimpin Kelompok Suporter Aremania’, begitu judul skripnya.

Dalam penelitiannya itu, hadir dua faktor mengapa Yuli Sumpil sukses memimpin ribuan Aremania. Pertama, faktor internal mengenai kemampuan Yuli Sumpil beradaptasi, melakukan pembicaraan, mengatur pembicaraan, menunjukkan empati, berbicara secara efektif dan mendapat kelayakan. Kedua, faktor penerimaan/kesepakatan dari khalayak tersebut. Dalam konteks komunikasi publik yang bersifat informal, kompetensi komunikasi tidak bisa dilepaskan dari faktor penerimaan oleh publik.