Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Fakta-fakta Penembakan Jemaah Salat Jumat Di Selandia Baru

Fakta-fakta Penembakan Jemaah Salat Jumat Di Selandia Baru

Sebuah tragedi penyerangan berdarah terjadi di Selandia Baru. Seorang pria, masuk ke Masjid Al Noor di Christchurch, dan sebuah masjid di Linwood, Selandia Baru, lalu secara brutal menembaki jamah masjid yang akan melaksanakan ibadah Salat Jumat, Jumat (15/3/2019). Berikut 5 fakta singkat terkait tragedi yang disebut tragedi terkelam yang terjadi di Selandia Baru tersebut :

  1. Ada Ratusan Jamaah di Masjid

Polisi belum mengumumkan secara resmi jumlah korban jiwa. Namun, laporan yang dirilis NZ Herald, setidaknya 30 orang meninggal dunia karena serangan ini. Meski demikian, seorang saksi mata, Mohan Ibrahim, kepada NZ Herald mengatakan setidaknya ada 200 orang jamaah Salat Jumat di masjid Al Noor, ketika peristiwa itu terjadi. Ibrahim mengaku, dia berhasil lolos dari serangan dengan cara kabur lewat jendela masjid.

  1. Disiarkan Live

Pelaku, secara barbar menyiarkan serangan berdarah ini lewat livestreaming di sebuah akun Facebook dengan nama Brenton Tarrant. Dalam video terlihat jelas, pelaku membantai jamaah masjid memakai senapan mesin.

Pelaku sempat kehabisan amunisi, tapi dengan tenang mengisi amunisi, dan kembali menembaki jamaah masjid. Diperkirakan, penembakan terjadi selama lebih enam menit. Saksi mata juga melihat, pelaku sempat kembali ke mobil untuk mengambil amunisi, lalu masuk lagi ke masjid untuk kembali melakukan penembakan.

pelaku penembakan

Siaran video aksi biadab Brenton Tarrant ini berlangsung selama 17 menit. Kepolisian Christchurch mengatakan, pihaknya tengah berupaya dengan segala cara, untuk menghapus semua video yang terlanjur beredar di media sosial itu.

  1. Satu Pelaku Wanita

Polisi belum merilis siapa pelaku penyerangan barbar itu. Tapi, dilansir New Zealand Herald, juru bicara Kepolisian Christchurch, Mike Bush, mengatakan, pihaknya telah menangkap empat orang terkait serangan ini. Mereka dikabarkan terdiri dari 3 pria dan satu wanita.

Di Twitter, beredar video seorang netizen yang merekam peristiwa polisi menangkap pelaku. Polisi harus menabrakkan mobil patroli ke mobil pelaku, demi menghentikan pelaku. Dalam video juga terlihat polisi mengamankan pelaku dengan memaksanya tiarap di jalanan.

Seorang saksi mata yang tinggal di sekitar lokasi penembakan, Robert Weatherhead, kepada NZ Herald mengaku melihat pelaku. Menurut Robert, pelaku merupakan orang kulit putih berambut blonde (pirang). Dia menaksir pelaku berusia 30 hingga 40 tahun.

Pelaku memakai seragam, tapi Weatherhead sulit menjelaskan rupa seragam tersebut. Weatherhead juga mengatakan, pelaku menempelkan banyak magazin (kotak amunisi) ke kakinya.

  1. Ada WNI di Dalam Masjid

Enam warga negara Indonesia diketahui berada di dalam Masjid Al-Noor, Christchurch, Selandia Baru saat insiden penembakan terjadi pada Jumat (15/3/2019) siang waktu setempat. Hal tersebut dinyatakan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi kepada wartawan di Indonesia, seperti yang dikutip dari sejumlah media.

“Tiga warga negara Indonesia berhasil melarikan diri dan sudah bisa melakukan kontak,” ujarnya. Kepada ABC, KBRI Wellington di Selandia Baru mengkonfirmasi pernyataan Retno dan mengatakan pihaknya akan terbang ke Christchurch untuk berkoordinasi.

KBRI Wellington juga mengimbau agar masyarakat Indonesia di kawasan Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga agar waspada dan aktif memantau perkembangan pemberitaan media. Mereka juga telah membuka saluran komunikasi soal keberadaan masyarakat Indonesia yang terdampak dari insiden tersebut.

Diketahui saat ini ada sekitar 331 orang WNI yang tinggal di Christchurch dan 134 di antaranya adalah pelajar.

  1. Organisasi Sayap Kanan

Sebuah laporan dirilis oleh NZ Herald menyebut pelaku berasal dari kelompok radikal sayap kanan Selandia baru. Salah satu pelaku disebut merupakan warga kulit putih kelahiran Australia. Kelompok sayap kanan ini mengusung propaganda anti-Islam dan anti-imigran.

Polisi menyebut, serangan ini sepertinya direncanakan dengan matang. “Jelas bahwa ini adalah sebuah serangan terorisme.” “Dari apa yang kami tahu, serangan ini disiapkan secara terencana.” “Polisi menemukan dua alat peledak yang dipasang di kendaraan pelaku, dan polisi sudah menjinakkannya,” ujar Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern.