Thursday, December 5Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Fakta-fakta Penabrak Skuter Listrik Di Senayan Yang Mengejutkan

Fakta-fakta Penabrak Skuter Listrik Di Senayan Yang Mengejutkan

Polda Metro Jaya telah menetapkan status tersangka peristiwa kecelakaan yang menyebabkan tewasnya dua pengguna skuter listrik GrabWheels, Ammar dan Wisnu di kawasan Sudirman pada Minggu (10/11). Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya telah menginformasikan bahwa seseorang berinisial DH telah ditetapkan sebagai tersangka. Meski berstatus tersangka, Polda Metro Jaya tidak menahan DH dengan alasan, penyidik meyakini DH tidak akan lari meski dilepas sementara dan memastikan penahanan DH tidak akan meninggalkan barang bukti baru.

Tirto.id melakukan penelusuran untuk mengetahui identitas DH. Berdasarkan temuan Tirto, DH diduga kuat sebagai Muhammad Dhanni Hariyona. Ia merupakan manajer operasi PT Barettamuda Pratama sekaligus menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Sumatera Barat. Orangtua Dhanni adalah politikus ternama Emma Yohana dan Hariadi. Emma Yohanna merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sejak 2009 hingga sekarang. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Nita Lutfi, sahabat dari Ammar yang menjadi korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Kesaksian lain juga dituturkan oleh Fajar Wicaksono, salah satu korban selamat. Fajar membenarkan bahwa Emma Yohanna datang menemui orangtua korban kecelakaan.

Kronologi Camry Tabrak Pengguna GrabWheels hingga Tewas versi Kerabat

Dua pengguna skuter listrik, GrabWheels, Ammar Nawwar dan Wisnu tewas ditabrak Camry saat bermain di kawasan fX Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (10/11). Saat itu, mereka bermain skuter bersama empat rekannya yakni Ajay, Wulan, Bagus, serta Wanda.

Wanda, salah satu kerabat dan juga korban, mengatakan, sopir Camry berinisial DH, yang menabrak sahabatnya itu tak turun dari mobil usai menabrak. Menurutnya, mobil itu langsung melaju meninggalkan mereka. “Lari dan enggak ada pertolongan sama sekali dari pelaku. Enggak keluar sama sekali,” kata Wanda saat ditemui di rumah Ammar, Jumat (15/11).

Keterangan Wanda berbeda dengan keterangan yang disampaikan oleh polisi. Sebab polisi mengatakan DH dan temannya sempat turun dari mobil usai menabrak. Tapi dia syok, lalu masuk ke mobil dan melaju sampai pintu 5 GBK. “Jadi memang kita ketahui bahwa bukan tabrak lari, sekali lagi saya garis bawahi bukan tabrak lari,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar.

Korban Camry Tabrak GrabWheels : Sopir Tak Turun, Tak Menolong

Ammar Nawwar dan Wisnu tewas ditabrak Camry saat tengah bermain skuter listrik GrabWheels, Minggu dini hari (10/11). Niat mencoba transportasi yang tengah digandrungi banyak orang itu, berujung pada tewasnya kedua pemuda tersebut. Saat peristiwa nahas itu terjadi, Ammar dan Wisnu serta empat orang teman lainnya, Wanda, Bagus, Ajay, dan Wulan, tengah menjajal tiga skuter di kawasan FX Sudirman, Senayan Jakarta Pusat.

Baca Juga :

Kumparan menyambangi kediaman Ammar di Jalan Pisangan Lama II, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat siang (15/11). Rumah tersebut masih cukup ramai dikunjungi tetangga, termasuk Wanda yang masih mengenang sahabatnya itu.

Kepada kumparan, Wanda menyatakan bahwa saat kejadian, sang pemilik mobil yang menabrak kedua sahabatnya langsung melarikan diri. Pelaku itu, sama sekali tak berhenti untuk menolong mereka.