Friday, July 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Fakta-fakta Mengenai Kasus Mayat Ranjang Di Banyuasin

Fakta-fakta Mengenai Kasus Mayat Ranjang Di Banyuasin

Seorang perempuan telah dibunuh, berusaha dimutilasi dan jenazahnya dimasukkan ke dalam ranjang. Peristiwa ini diketahui terjadi di sebuah kamar Penginapan Sahabat Mulia yang berada di Jalan Hindoli, Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (10/5). Berikut 5 fakta terkait kasus ini.

  1. Awalnya disebut-sebut sebagai “kasus mayat koper”

Berdasarkan keterangan para petugas hotel kepada polisi, penyewa kamar tersebut adalah pria berinisial DN. Dia sempat keluar dari hotel membawa satu koper berwarna hitam sembari menelepon dan bertanya harga sewa speedboat. Kemudian sekitar pukul 17.00 WIB, saksi melihat laki-laki kembali ke penginapan itu dengan membawa masuk kembali satu koper lagi dari luar.

  1. Ada dua laki-laki yang diduga terlibat

DN tidak sendiri. Ada temannya yang diketahui juga pria namun identitasnya belum diketahui. “Pemesan kamar tanpa menyertakan KTP saat menginap, menurut saksi ada dua orang laki-laki, dan satu perempuan yang diduga korban,” kata Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Supriadi, Jumat (10/5).

  1. Tubuh korban disembunyikan di dalam ranjang

Kasus ini bisa terungkap setelah Nurdin (30) yang merupakan pengelola penginapan melaporkan tercium bau busuk dari kamar 06–tempat korban menginap. Selanjutnya polisi datang dan mengevakuasi korban.

Saat dievakuasi itu baru diketahui kalau tangan korban sudah dalam keadaan terputus. Di dalam ranjang ini, tubuh korban dibungkus sprei.

  1. Polda Sumsel bentuk tim khusus

Kapolda Sumsel, Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara, telah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Tim yang terdiri dari Jatanras, Inafis, Puslabfor dan juga Forensik Polda Sumsel. Nantinya, tim ini akan menyokong Polres Musi Banyuasin. “Untuk pertama kami akan berusaha mengungkap terlebih dahulu identitas korban karena harus dipastikan dulu siapa korbannya. Saat ini tim kami pun telah bekerja,” kata Zulkarnain, Jumat (10/5).

  1. Jalani Otopsi di Palembang

Zulkarnain Adinegara telah memerintahkan autopsi bagi jenazah di RS Bhayangkara Palembang. Yang dicari itu terutama, adalah sidik jari dan juga DNA untuk mengungkapkan identitas korban ini. “Pokoknya semua akan kami proses,” katanya.

Semoga semua pelaku yang terlibat pada kejadian bisa segera tertangkap dan bisa diberikan hukuman yang seadil-adilnya oleh para penegak hukum.