Monday, October 14Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Fakta-fakta Lain Dan Unik Dari Menguap Beserta Efeknya

Fakta-fakta Lain Dan Unik Dari Menguap Beserta Efeknya

Menguap merupakan aktivitas alamiah yang pasti pernah dilakukan semua orang. Aktivitas ini identik dengan rasa kantuk yang sedang dirasakan seseorang. Namun, dalam saat merasa bosan terkadang tubuh secara spontan menguap. Oleh sebab itu, menguap saat sedang bicara dengan seseorang dapat dianggap sebagai hal yang tidak sopan.

Seperti yang dilansir dalam Huffingtonpost Australia, para peneliti hingga kini masih belum mengetahui alasan pasti mengapa seseorang menguap. Kebiasaan aneh ini diduga tidak hanya berkaitan dengan hal-hal biologis tetapi juga aspek sosial dan psikologis manusia. Jadi menguap karena mengantuk bukan satu-satunya hal yang dapat ditarik kesimpulan. Simak fakta-fakta tentang menguap yang masih belum banyak diketahui orang berikut:

  • Memiliki Banyak Teori

Ada banyak teori yang mengungkapkan penyebab seseorang menguap. Menguap karena lelah adalah salah satu teorinya. Beberapa teori lainnya juga menyebutkan bahwa ini bisa juga terjadi karena kita kekurangan oksigen. Ide teori paling mendekati adalah kebiasaan orang bernafas pendek, demikian kata Michael Decker, Ph.D profesor di Frances Payne Bolton School of Nursing di Case Western University dan juru bicara American Academy of Sleep Medicine.

Bagian bawah paru-paru sering terabaikan saat sedang beristirahat. Memang ada latihan yang terbukti bisa digunakan untuk meningkatkan kapasitas paru-paru. Misalnya saja seperti latihan bernapas dalam untuk membuat paru-paru tetap sehat. Misalnya saja dalam kasus pasien bedah, yang sering mengalami masalah fungsi paru-paru seperti pneumonia karena terlalu lama bernapas pendek setelah anestesi atau pembiusan. Decker mengatakan menguap jadi semacam respon homeostatik akibat ketidakmampuan untuk bernapas dalam-dalam.

Teori lainnya mengatakan menguap adalah aktivitas untuk mendinginkan otak. Seperti yang diungkapkan National Geographic, saat mulut seseorang terbuka, dinding sinus melebar dan berkontraksi. Hal Ini memompa udara masuk ke otak dan membuat temperaturnya lebih rendah. Oleh karena itu, saat udara sedang dingin, seseorang lebih sering menguap.

  • Menguap Dapat Menular

Meski terkesan aneh, tetapi faktanya, aktivitas ini bisa menular ke orang lain. Sebuah penelitian menunjukkan sebuah video yang memperlihatkan gambar orang menguap, 50 persen penonton ternyata ikut menguap.

Menurut Robert Provine, seorang psikolog dan ahli neurosains University of Maryland, hal ini bukan reaksi yang aneh karena sebenarnya sebagian besar perilaku manusia memang menular. Misalnya tertawa, ini adalah bentuk alami dari empati. Menguap menjadi fenomena sosial dibanding fenomena psikologis atau biologis. Itulah alasan meski tidak mengantuk, kita tetap menguap.

  • Menguap Lebih Menular Pada Teman Dekat

Tak semua orang yang menguap itu bisa menularkan pada orang lain. Menurut penelitian tahun 2012, menguap karena fenomena sosial lebih menular pada mereka yang memang akrab. Jadi, semakin dekat kamu dengan seseorang secara genetik atau emosional, maka semakin cepat kamu tertular atau menularkan hal ini.

  • Menguap Berpotensi Sebagai Gejala Penyakit

Menguap bukan masalah yang serius, tapi menguap karena alasan biologis bisa mencirikan seseorang sedang mengalami gangguan kesehatan. Hal-hal seperti gangguan tidur yang parah dapat menyebabkan kamu terus menerus menguap. Selain itu, pada sejumlah orang, menguap terus menerus adalah reaksi dari saraf vagus yang mengindikasikan masalah jantung. Pada kasus berbeda menguap mungkin gejala dari masalah yang menyerang otak.

  • Bayi dalam Kandungan Juga Bisa Menguap

Hingga kini peneliti masih belum mengetahui alasannya, namun para peneliti menemukan fakta bahwa bayi dalam kandungan juga bisa menguap. Melalui pemeriksaan lewat USG 4 Dimensi, hal ini dapat ditemukan meskipun kasusnya jarang terjadi. Hal ini diduga ada hubungannya dengan perkembangan otak dan digunakan sebagai penanda tumbuh kembang anak.