Tuesday, June 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Fakta-fakta Bomber Di Pospam Mudik Kartasura

Fakta-fakta Bomber Di Pospam Mudik Kartasura

Ledakan bom bunuh diri terjadi di Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran Bundaran Tugu Kartasura, Sukoharjo, Senin (3/6/2019) malam. Warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi kejadian berlarian setelah mendengar ledakan tersebut.

Soal kejadian ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melanjutkan aktivitas untuk menyiapkan lebaran. Tak hanya itu, ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto dan video terkait aksi tersebut.

“Informasi sudah masuk, bahkan ada masyarakat yang sudah punya video dan gambarnya. Lebih baik tidak perlu di share dulu, agar masyarakat tidak dapat gambar atau visual yang mengerikan,” ujar Ganjar, Selasa (4/6/2019). Berikut ini adalah 6 fakta soal ledakan bom di Pospam Kartasura:

Terduga Pelaku Masih Hidup Setelah Ledakkan Diri

Setelah warga sekitar mendengar adanya ledakan, beberapa warga melihat seseorang tergeletak tidak jauh dari Pospam Lebaran Bundaran Tugu Kartasura. Ketika pihak kepolisian mengevakuasi pelaku, diketahui korban yang juga terduga pelaku masih menunjukkan pergerakan.

Terduga pelaku akhirnya dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Kartasura untuk mendapatkan penanganan medis dengan segera sebelum akhirnya dipindah ke RSUD dr. Moewardi Solo dan terakhir dipindahkan ke RS Bhayangkara Semarang.

Terduga Pelaku Sempat Menghilang

Pada tahun 2017 lalu, Rofik Asharuddin alias RA, yang diduga menjadi pelaku peledakan di Pospam Kartasura, sempat dinyatakan hilang. Selama 1 minggu, RA diketahui tidak kembali ke rumahnya. “Sempat hilang sekitar seminggu, lalu dia pulang sendiri. Setelah hilang tetap pendiam,” ujar Ketua RT 01 RW 02 Kragan, Desa Wirogunan, Kartasura, Joko Susanto.

Ia mengungkapkan bahwa ketika RA lulus dari MAN dan bekerja di Solo sudah menunjukkan perubahan perilaku.

7 Polisi Selamat dari Ledakan

Ketika ledakan terjadi, diketahui ada 7 polisi yang sedang bertugas kala itu. Tidak semua berada di dalam pos pengamanan, 3 polisi bertugas mengatur lalulintas. “Sejauh ini belum ada korban lain. Alhamdulillah memang tidak ada korban dari polisi ataupun juga dari warga,” ujar Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Rycko Amelza Dahniel.

Terduga Pelaku Tinggal dengan Orangtua

Diketahui RA masih tinggal bersama dengan kedua orangtuanya di Kampung Kranggan, RT 01 RW 02, Desa Wirogunan, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Pihak keluarga pun diperiksa oleh pihak kepolisian guna mengungkap kasus ini.

Saat menggeledah tempat tinggal RA, pihak kepolisian menemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan ledakan seperti serbuk arang, belerang, saklar, alumunium, dan handphone. “Kami menduga hasil penggeledahan ada beberapa barang yang ditemukan dan ada kaitannya dengan di tempat kejadian,” ujarnya.

Karena kondisi lingkungan yang gelap lantaran penggeledahan dilakukan dini hari, membuat kepolisian harus lebih berhati-hati saat menggeledah rumah RA.

Sempat Ngobrol dengan Tetangga Sebelum Beraksi

Salah seorang tetangga dari terduga pelaku, membeberkan bahwa sore harinya, RA sempat berbincang dengan istrinya. Saat itu, RA mengaku ingin potong rambut. “Katanya mau potong rambut, dia naik sepeda ontel. Rambutnya kan memang sudah agak panjang,” ujar Haryono.

Terduga Pelaku di Mata Warga

Haryono pun merasa kaget ketika mengetahui informasi bahwa tetangganya menjadi terduga pelaku ledakan di Pospam Kartasura. Menurutnya, RA adalah sosok yang pendiam. Ia pun membeberkan bahwa RA sempat didaftarkan untuk berkuliah di IAIN Surakarta. “Tapi ia tidak mau kuliah, akhirnya nganggur dan cuma bantu-bantu temannya jual gorengan,” katanya.