Wednesday, September 30Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Fakta Dibalik Fenomena Alam Penyebab Bencana Di Palu

Fakta Dibalik Fenomena Alam Penyebab Bencana Di Palu

Masih dari peristiwa bencana alam yang menyerang Palu dan sekitarnya berupa gempa bumi dan tsunami. Beberapa peneliti meyakini masifnya kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa bumi kemungkinan juga diakibatkan oleh fenomena alam yang sebenarnya jarang sekali terjadi. Namun pada bencana alam yang terjadi di Palu muncul suatu fenomena alam yang disebut dengan Likuifaksi.

Likuifaksi adalah suatu fenomena dimana kekuatan tanah berkurang karena gempa bumi sehingga mengakibatkan sifat tanah berubah dari keadaan padat (solid) menjadi cair (liquid). Penyebab terjadinya Likuifaksi kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor seperti tanah berupa pasir atau lanau di daerah terjadinya gempa, lapisan tanah jenuh air, lapisan tanah yang tidak padat serta karena terjadi gempa berkekuatan di atas 5,0 SR. Karena gempa yang terjadi di Palu dan Donggala hingga mencapai 7,4 SR maka sangat ada kemungkinan terjadinya Likuifaksi.

Pada tanah cair saat bangunan berguncang dan masuk ke dalam tanah karena stabilitas menurun kemungkinan terjadi getaran yang melonggarkan tanah dengan memisahkan butiran tanah lalu kehilangan stabilitas sehingga tanah berubah menjadi cair. Likuifaksi yang menjadi penyebab amblesnya tanah di Palu, juga bisa diartikan karena berkurangnya kekuatan tanah oleh gempa atau guncangan yang terjadi. Sifat tanah yang berubah dari keadaan solid padat menjadi cair karena getaran tekanan dalam tanah yang terus berulang selama gempa terjadi sehingga tekanan air pori meningkat.

Pada kejadian di Sulawesi Tengah, Likuifaksi terjadi di beberapa daerah contohnya adalah seperti di wilayah Petobo dan Balaroa. Tercatat ada sekitar 1747 rumah di Balaroa dan 744 rumah di Petobo yang terhisap oleh tanah yang berubah menjadi lumpur hisap dalam sekejap. Likuifaksi terjadi di kawasan dengan jenis tanah aluvium atau tanah muda. Potensi penyebab terjadinya likuifaksi bisa dilihat dari ketebalan lapisan pasir.

Memang kalau sudah berhubungan dengan alam yang hanya bisa dikendalikan oleh Tuhan Yang Maha Esa maka kita sebagai hambanya hanya bisa pasrah dan terus menerus berdoa meminta diberikan yang terbaik karena ini semua adalah kuasanya dan hanya Dia yang mampu membenahi semua yang terjadi.