Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Esemka Yang Terus Menerus Tidak Jelas Keberadaannya Di Tanah Air

Esemka Yang Terus Menerus Tidak Jelas Keberadaannya Di Tanah Air

Indonesia akan menjadi negara mitra pameran teknologi industri Hannover Messe 2020 mendatang. Namun dalam pameran ini, pemerintah tidak mengajak mobil Esemka untuk ditunjukkan kepada masyarakat internasional. Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto beralasan tidak ikutnya mobil Esemka ini karena produksinya masih kecil.

“Esemka itu belum produksi, jadi ditingkatkan saja dulu,” katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/9). Namun, Airlangga justru akan mengikutsertakan PT Gesits dalam pameran tersebut sebagai kendaraan listrik buatan dalam negeri.

“Nanti akan ada beberapa teknologi berbasis listrik seperti Gesit dan itu akan kami bawa. Kemudian pada teknologi baterainya, ini kerja sama dengan Panasonic,” jelasnya. Tak hanya itu, beberapa sektor yang akan dibawa nantinya dalam pameran tersebut antara lain otomotif, elektronik, tekstil, kimia, makanan dan minuman terutama yang sudah berbasis industri 4.0.

“Jadi nanti ada kendaraan berbasis listrik, light house, proyek percontohan yang sudah diakui di World Economic Forum, sudah ada dua, yaitu Schneider Electric dan Petrocy,” tambahnya. Dia melanjutkan, persiapan pemerintah terkait Hannover Messe sudah sangat matang. Kementerian-kementerian terkait pun sudah dibekali tanggungjawab dengan masing-masing tugas yang akan dilaksanakan.

“Persiapan Hannover Messe tadi juga dibahas antar kementerian, sehingga nanti akan berbagi tugas dalam pembentukan panitia nasional. Pengarahnya Menko Perekonomian dengan wakil Kementerian Perindustrian, dan perwakilan dari kementerian lain menjadi bagian dari kepanitiaan secara nasional,” tutupnya.

Putu Juli Ardika kewalahan menghadapi cecaran pertanyaan wartawan. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian itu tak bisa banyak menjawab pertanyaan seputar mobil Esemka. “Saya bukan perwakilan Esemka. Saya ini dari pemerintah,” katanya.

Jawaban itu tak lantas meredakan rasa ingin tahu para pewarta di sebuah kafe di bilangan Jakarta Pusat, Rabu (11/9). Siang itu, Putu memimpin konferensi pers. Dalam kata sambutannya, ia menjelaskan agenda pertemuan: meluruskan kesimpangsiuran yang beredar seputar mobil Esemka.

Mobil buatan Esemka menuai kontroversi. Tak sedikit juga masyarakat Indonesia yang mempertanyakan keaslian produk otomotif tersebut. Bahkan spekulasi yang muncul adalah, PT SMK hanya ingin menjual mobil bermesin buatan China dengan embel-embel Esemka.

Selama ini, kendaraan yang paling lekat dengan sosok presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, adalah sepeda. Sampai-sampai dibuatkan booth foto karakter Jokowi sedang mengayuh sepeda. Rakyat bisa berfoto seolah sedang dibonceng Jokowi. Dengan filosofi, rakyat mempercayakan jalannya berbangsa dan bernegara kepada presiden yang pegang kemudi. Tugas rakyat hanya duduk tenang.

Sebagai sosok pemimpin suportif, Jokowi sewaktu jadi Wali Kota Solo sempat menunggangi Mobil Esemka, baik secara harfiah maupun kiasan. Jokowi didapuk menjadi brand ambassador mobil rakitan anak-anak SMK itu. Jiwa endorsement dalam diri mbahnya Jan Ethes ini memang sudah melekat sejak dulu kala. Sangat milenial.