Tuesday, September 29Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Dua Kandidat Satu Nama Dalam Pemilihan Kepala Desa Di Malang

Dua Kandidat Satu Nama Dalam Pemilihan Kepala Desa Di Malang

Pendapat, pandangan serta pilihan boleh saja berbeda, namun yang dicoblos tetaplah Djumain. Kalimat ini nampaknya cocok untuk menggambarkan suasana pemilihan Kepala Desa (Kades) Karangpandan di Kecamatan Pakisaji. Bagaimana tidak, momen yang ini bisa dibilang baru pertama kali di Indonesia, memang bisa dikatakan langka dan baru sekali ini saja terjadi. Sebabnya, pada pemilihan (Kades) di Desa Karangpandan itu, ada dua kandidat tapi punya satu nama alias dengan nama yang sangat sama, bahkan penulisan dan ejakannya pun sama persis, yaitu Djumain.

“Calon Kepala Desa Karangpandan, kandidat nomor 1 yaitu Djumain SE, kandidat nomor 2 pun bernama Djumain. Pilkades di Desa Karangpandan Aman dan Damai, Ingatlah 11 November 2018 jangan sampai Golput” Kalimat ajakan itu pun tertulis dalam baliho dengan ukuran 3 X 2 meter. Bahkan hampir di semua sudut Desa Karangpandan itu, terbentang puluhan ajakan agar menentukan pilihan Kades yang akan diselenggarakan pada 11 November mendatang.

Saat ditemui di kediamannya yang beralamat di Jalan Garuda Dukuh Mbendo di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji, kandidat nomor dua yaitu Djumain, nampak sangat antusias menyambut pesta demokrasi yang akan terjadi pada beberapa hari mendatang. Dengan mengenakan pakaian adat jawa yang berwarna coklat motif garis-garis, pria yang berkumis ini menceritakan mengenai kilas balik perjuangannya saat telah memutuskan untuk bertempur pada pemilihan Kades bulan ini.

Djumain mengatakan, pihaknya telah membenarkan jika pemilihan kades kali ini memang sangat unik. Sebab, sangat banyak warga yang beranggapan tidak hanya nama yang sama, namun secara sepintas fisik serta raut wajah juga bahkan nyaris sama. Bahkan, jika dilihat lagi dari segi usia keduanya juga tidak terpaut jauh. Tak hanya itu saja, dalam kesehariannya pun kedua kandidat yang memang memiliki kumis ini, juga memiliki kebiasaan yang ternyata sama, yaitu sama-sama memakai kaca mata.

“Mungkin yang membedakan nanti hanya satu, yaitu berniat untuk ibadah dan mengabdikan diri kepada masyarakat nantinya, saya berharap pemilihan Kades Karangpandan bisa berjalan tertib juga aman” kata pria kelahiran 27 Desember 1957 ini. Djumain juga menceritakan kilas balik keputusannya dalam mencalonkan diri lagi sebagai orang nomor satu di Desa Karangpandan.

Berawal dari keluhan warga yang menganggap jika di desanya saat ini memang sedang mengalami beberapa masalah, terutama dalam sektor pembangunan serta ekonomi. Membuat dirinya memutuskan untuk bisa kembali dalam mencalonkan diri. “Saya dulu memang pernah didaulat sebagai Kades Karangpandan dalam dua periode berturut-turut, yaitu pada tahun 2002 sampai 2012,” ujar pria yang sekarang telah berusia 61 tahun tersebut.

Sementara itu, dari kubu seberang juga tidak kalah tenar. Karena, nomor urut satu Djumain, ternyata juga memiliki pengalaman dalam memimpin masyarakat. Maklum saja itu semua karena pihaknya hingga kini masih dipercaya sebagai ketua RW 04 Dukuh Kedungmonggo di Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji. Tak hanya itu, istrinya juga menjabat sebagai ketua RT di sekitar tempat tinggalnya, tepatnya di RT 18.

Dibidang pengalaman yang lain, Djumain juga sempat bekerja di Jasa Tirta, sebelum akhirnya pensiun pada lima tahun silam. Pada sektor ekonomi yang telah diusung kandidat lawan, pihaknya juga sudah bisa mengimbanginya. Setelah pensiun dalam bekerja, kini pria yang berkumis tipis, juga aktif berwirausaha dan menjadi seorang blantik sapi di pasar.