Thursday, July 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Drama Settingan Artis, Rumus Mujarab Artis Untuk Raih Popularitas

Drama Settingan Artis, Rumus Mujarab Artis Untuk Raih Popularitas

Ketokohan atau public figure merupakan salah satu unsur yang memiliki nilai berita. Terlebih, jika ditunjang dengan tambahan seperti konflik atau rasa kemanusiaan. Maka, tak jarang kita melihat artis diberitakan saat ia terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, atau bahkan ketika berkonflik dengan seseorang.

Kisah-kisah itulah yang kemudian dimanfaatkan orang-orang di industri hiburan guna memperkenalkan atau mempromosikan artis atau calon artis. Apalagi banyak orang yang memang menyukai drama kehidupan.

Pengamat musik dan industri hiburan, Budi Ace, mengatakan gimik atau setting-an dalam industri hiburan adalah hal lumrah. Hal itu, kata Budi, merupakan salah satu trik untuk menghindari sajian yang selalu sama.

“Di industri hiburan kalau ada repetisi, itu memalukan. Karena itu yang sebenarnya, kalau mau melakukan itu (gimik), seorang produser atau artis yang bersangkutan harus berpikir 100 kali untuk mendesain trik yang terlihat baru,” ujar Budi Ace.

Budi menjelaskan, trik gimik dipengaruhi oleh industri di Amerika. Trik tersebut identik dengan dimunculkannya sensasi. Ia mencontohkan ketika ada satu penyanyi pendatang baru namun membuat video klip di mobil mewah sambil menggunakan emas dan kemewahan lainnya. Kemudian diikuti dengan berita serta video penyanyi tersebut tinggal di rumah mewah.

artis settingan

“(Padahal) itu bukan rumahnya, itu rumah produser, itu gimik,” ujar Budi Ace. Hal tersebut berbeda dengan gaya publikasi di negara-negara Eropa yang lebih menekankan pada karya. Musisi Eropa jarang membuat sensasi, karena mereka ingin lebih dikenal melalui karya dan prestasi.

“Setelah mereka berprestasi, biasanya sensasi baru dimunculin. Cerita tentang kesedihan, masa lalu yang buruk setelah dia kaya raya,” kata Budi Ace. Di Indonesia, menurut Budi, trik atau gimik ala industri hiburan Amerika Serikat juga dilakukan. Namun, menurutnya, gimik yang menghadirkan gaya hidup mewah tidak cocok di Indonesia.

“Gimik yang lazim buat kita, gimik di atas panggung tiba-tiba ada spanduk tulisan ‘I Love You’,” kata dia. Menurut Budi, gimik artis di Indonesia mulai muncul seiring berkembangnya industri televisi, khususnya televisi swasta. Stasiun televisi swasta itulah yang mulanya menyiapkan gimik-gimik. “Tiba-tiba penonton di-setting untuk nyanyi, tepuk tangan. Itu didesain untuk menunjukkan artis itu disukai, popular,” ujarnya.

Gimik lainnya dilakukan oleh band saat mereka tampil. Di tengah pertunjukan, tiba-tiba ada sekelompok pria atau wanita yang membawa-bawa tulisan “I Love You” atau “Marry Me”. Lalu ada teriakan, nyanyian, kor menyanyikan lagu yang dibawakan band tersebut. “Semuanya ada yang menyiapkan, seakan-akan lagu itu udah dinyanyiin oleh banyak orang. Padahal itu udah disiapin,” jelas Budi Ace.

Akhirnya, gimik itu berkembang dan sampai pada masa hadirnya infotainment. Mulailah muncul gimik si A pacaran dengan si B. Padahal, menurut Budi, hal itu sekali lagi hanyalah skenario belaka. “Nah, menurut aku gimik itu enggak cocok di Indonesia,” kata Budi.

Ia menekankan bahwa gimik sebaiknya tidak ada unsur kebohongan apalagi dusta. Gimik dikatakannya harus wajar, normal tapi dieksploitasi. “Buat aku, gimik itu enggak boleh ada dusta, enggak boleh ada kebohongan. Gimik is an entertaining, sekadar menghibur,” jelasnya.