Wednesday, October 23Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Dosen Cabul Di Bali Rekam Adegan Tidak Senonoh Dengan Mahasiswinya

Dosen Cabul Di Bali Rekam Adegan Tidak Senonoh Dengan Mahasiswinya

Seorang oknum dosen yang berasal dari perguruan tinggi swasta di Denpasar bernama I Putu Eka Swastika alias Eka, 26 tahun asal Desa Blahbatuh, Gianyar, terancam dengan hukuman maksimal 12 tahun penjara . Menyusul dugaan bahwa dirinya melakukan tindak pidana pornografi. Tragisnya, yang menjadi korbannya justru mahasiswinya sendiri.

Dilansir dari Jawapos, perbuatan terdakwa itu terjadi sebanyak tiga kali. Satu lokasi kejadiannya, yang pertama di rumah terdakwa sendiri yang terletak di Desa Blahbatuh, Gianyar. Terdakwa yang usianya relatif muda disebut-sebut mudah berbaur dengan para mahasiswa. Tidak terkecuali dengan korban yang dikenal sejak 2015 lalu. Bahkan sejak 2017, hubungan antara terdakwa dengan korban lumayan dekat. Tapi tidak berstatus pacaran.

Perbuatan terdakwa sendiri berawal saat dirinya mengajak korban jalan-jalan di seputaran Gianyar. Itu pun dengan janji bahwa jalan-jalan itu dilakukan beramai-ramai bersama teman.

Di pertengahan jalan, terdakwa mengajak korban ke rumahnya di Blahbatuh, Gianyar. Alasannya mau ganti baju. Sedangkan korban menunggu teman-temannya. Tapi ternyata itu bohong. Di saat itulah, terdakwa diduga mulai melancarkan rayuan kepada korban untuk mau melakukan hubungan badan. Meskipun saat itu korban menolaknya.

Dosen Cabul Di Bali

Keesokan harinya, terdakwa kembali mengajak korban ke rumahnya. Alasannya sama. Jalan-jalan. Dan kali ini, terdakwa kembali merayu korban untuk mau berhubungan badan. Tapi korban lagi-lagi menolak. Karena ditolak lagi, terdakwa mulai mengancamnya. Nilai korban akan dibuat jelek dan reputasinya di kampus akan dijatuhkan.

Korban yang takut akhirnya bersedia menuruti keinginan terdakwa itu. Dan selama berhubungan badan itu, rupanya terdakwa merekam dan memotret tubuh korban yang tanpa busana dengan ponselnya.

Pada pertengan 2018 lalu, terdakwa kembali mengajak korban berhubungan badan. Tapi korban kali itu menolaknya. Korban kabur ke rumahnya. Di saat yang sama, terdakwa mengirimkan pesan singkat yang mengancam akan menyebar video persetubuhan mereka serta foto bugil korban ke teman-temannya maupun orang lain.

Korban pun lantas memotret (screenshot) isi percakapan tersebut. Berbekal percakapan itulah, korban melaporkan perbuatan terdakwa itu ke polisi. Semoga orang-orang mesum seperti ini bisa dihukum seberat-beratnya dan bagi para wanita mulailah berani menolak para pria mesum macam ini. Karena sudah dari insting dasar kalau laki-lai adalah makhluk visual mesum yang super brengsek. Jadi selalu waspada ya ladies.