Sunday, November 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Di Kerajaan Suku Mosuo Ini Laki-laki Tidak Ada Harganya

Di Kerajaan Suku Mosuo Ini Laki-laki Tidak Ada Harganya

Kebudayaan yang akan kita bahas di sini mungkin akan terdengar sangat asing di telinga Anda, di mana para masyarakatnya tidak mengenal konsep menikah. Ternyata ada sebuah budaya ‘kerajaan wanita’ yang menjadi surga di mana para wanita bebas memerintah. Di sini juga tidak ada konsep pernikahan, bahkan konsep keluarga inti dan ayah juga tidak dikenal.

Tempat dengan penghuni nan unik ini terletak di tepi Danau Lugu, China barat daya. Mereka merupakan suku Mosuo yang terdiri dari banyak kelompok etnis yang bertempat tinggal di sepanjang tepi danau tersebut. Akan tetapi karena jumlah mereka yang memang relatif besar, Danau Lugu pun akhirnya dianggap sebagai rumah bagi suku Mosuo ini.

Menganut sistem matriarkal, yaitu para perempuan Mosuo berhak untuk mengepalai alias memimpin rumah tangga dan membuat semua keputusan dalam berbisnis. Properti pun diwariskan melalui garis para perempuan. Ibu punya hak 100 persen atas anak-anaknya yang lahir dari rahimnya sendiri. Anak-anak pun lalu dibesarkan oleh ibu, nenek, bibi serta paman mereka.

Mereka tidak mau mengenal konsep pernikahan, suku Mosuo dikenal punya konsep yang paling sulit untuk dipahami, yaitu Axia atau disebut dengan “pernikahan berjalan.” Dalam metode pernikahan ini, pasangan tidak akan hidup bersama sebagai wanita dan suami. Namun sebaliknya, seorang pria justru akan mengunjungi kamar kekasihnya pada malam hari, lalu kembali ke rumah ibunya sebelum matahari terbit.

Wanita disini bebas memilih dan bergonta-ganti pasangan sesuai dengan keinginannya. Axia bisa berlangsung pada satu malam atau pun lebih. Saat seorang wanita tidur dengan si pria, maka pria ini akan menggantung topi pada pegangan pintu kamar. Hal ini pun merupakan tanda bagi para pria lain agar tidak masuk.

Pria pun tidak memiliki tanggung jawab sebagai ayah serta adalah hal yang sangat lumrah bagi wanita untuk tidak tahu siapakah ayah dari para anak-anak mereka nantinya. Dengan tak adanya konsep pernikahan yang dijadikan tujuan itu, maka satu-satunya alasan pria juga wanita untuk berhubungan adalah hanya cinta atau kenikmatan. ‘Kerajaan Wanita’ Cina ini bisa dibilang benar-benar utopia yang tak tersentuh.

Namun di negara yang cepat berubah ini, tetap saja para generasi mudanya membuat suatu transisi dengan memiliki pemikiran yang agak berbeda dengan para orang tuanya. Beberapa di antara mereka memilih untuk menikah dengan suku yang lain.

Related Post

Tiga bulan Tidak Pulang, Saat Sudah Susah Baru Deh... Siapa yang tidak suka memiliki hewan peliharaan. Setiap manusia tentunya senang bisa sayang kepada ciptaan Tuhan selain manusia. Hewan peliharaan ya...
Sheila On 7 Tanyakan Hal Mengejutkan Ini Pada Para... Setelah lebih dari 20 tahun, grup band Sheila On 7 rupanya merasa tidak enak dengan penonton yang selalu menyaksikannya setiap beraksi di atas pangg...
Apple Tegaskan Tidak Akan Rekam Suara Pengguna iPh... Apple tegaskan kembali, jika tidak ada fitur yang dapat melakukan perekaman suara tanpa izin dari pengguna smartphone tersebut. Hal ini kembali diseru...
Pangeran Louis Dibaptis Hari Ini, Ada Alasan Manis... Pangeran Loius, anak ketiga pasangan Pangeran William dan Kate Middleton , akhirnya resmi dibaptis pada Senin (09/07/2018) waktu Inggris setempat. Ini...