Monday, September 28Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Debat Pilpres Pakai Bahasa Inggris, Ini Jawaban Jokowi dan Prabowo

Jokowi, Prabowo

Entah karena menyangsikan kemampuan Bahasa Inggris Jokowi dan ingin menjatuhkan kredibilitas dari petahana, muncul usulan dari kubu pendukung Prabowo – Sandi agar debat Capres 2019 dilaksanakan dengan format menggunakan Bahasa Inggris. Usulan tersebut dilontarkan oleh Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, usai mengikuti rapat Sekjen di Posko Pemenangan PAN yang ada di JL. Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada 13/9/2018.

Usulan tersebut disambut positif oleh Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, yang menilai bahwa perubahan format dengan memasukkan Debat Bahasa Inggris merupakan langkah maju agar masyarakat dapat memiliki lebih banyak pertimbangan sebelum menjatuhkan pilihan.

“Kalau pakai Bahasa Inggris saya pikir bagus. Tapi kalau nggak juga nggak apa-apa. Hanya saja kalau ada berarti suatu kemajuan. Kalau nggak ada, ya nggak masalah,” ungkap Fadli Zon saat berada di kediaman Prabowo, di JL. Kertanegara, Jakartas Selatan.

Lantas bagaimana tanggapan dari dua capres terkait usulan Debat Capres Berbahasa Inggris tersebut?

Menanggapi usulan itu, sang petahana enggan menanggapi lebih jauh dan hanya memberikan jawaban secara singkat sambil melemparkan senyum, “Kita ini bangsa Indonesia yang punya bahasa nasional Bahasa Indonesia,” kata Jokowi usai menyampaikan pengarahan pada Rakornas IV Relawan Projo (Pro Jokowi) yang bertempat di Grand Sahid Hotel pada 16/9/2018.

Baca juga: Lima Jenderal Di balik Kekuatan Jokowi dan Prabowo

Penolakan usulan Debat Capres Berbahasa Inggris ternyata tidak hanya dilontarkan Joko Widodo, tapi juga rivalnya Prabowo Subianto. Meski usulan tersebut datang dari pendukungnya, namun Prabowo menolak karena alasan nasionalisme.

“Saya rasa nggak perlulah,” ungkap Prabowo. “Bahasa Indonesia aja, Bahasa kebangsaan,” tegas Prabowo.

Pendapat senada juga disampaikan Sandiaga Uno. “Pendapat pribadi saya, kalau menggunakan Bahasa Indonesia maka akan dimengerti oleh seratus persen penduduk Indonesia, tapi  kalau menggunakan Bahasa Inggris, maka ada yang mengerti dan ada yang tidak, sehingga tidak dapat menjangkau seluruh rakyat Indonesia,” kata Sandiaga.

Wacana untuk melaksanakan Debat Capres Berbahasa Inggris, menurut Komisioner KPU, Viryan Azis, tidak mungkin dilaksanakan. Alasannya, tujuan dari Debat Capres adalah untuk meyakinkan para pemilih. Jika menggunakan Bahasa Inggris, maka masyarakat belum tentu paham semuanya tentang materi yang diperdebatkan.