Tuesday, October 27Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Dampak Gempa Bumi Dan Tsunami Di Sulawesi Tengah Beserta Penyebabnya

Dampak Gempa Bumi Dan Tsunami Di Sulawesi Tengah Beserta Penyebabnya

Masih dari bencana alam yang terjadi di Indonesia dalam beberapa hari belakangan ini yang meninggalkan luka psikis serta kerugian materi yang  sangat tidak ternilai khususnya bagi para warga Palu dan Donggala juga sekitarnya. Tercatat ada lebih dari 1200 korban akibat dari bencana ini serta lebih dari 16000 orang harus mengungsi di posko-posko darurat yang tersebar di empat wilayah Sulawesi Tengah.

Gempa Bumi yang diikuti oleh Tsunami telah memporak-porandakan Sulawesi Tengah dimana sejauh  ini tercatat jumlah korban dan juga jumlah pengungsi yang menanggung beban karena musibah ini. Selain itu dilaporkan pula bahwa ada 4 daerah yang paling hancur dar daerah lainnya karena bencana ini yaitu Donggala, Palu, Sigi dan Parigi Moutong. Bahkan 1425 Tahanan atau Narapidana yang sedang berada di dalam sel kabur karena musibah ini yang mengakibatkan gedung warga binaan di Palu dan sekitarnya rusak dan runtuh.

Kesulitan komunikasi di sana juga diakibatkan oleh rusaknya BTS sehingga melumpuhkan jaringan telekomunikasi dan tercatat ada kurang lebih lebih 1678 BTS yang mati dan tidak dapat berfungsi. Lalu Palu dan sekitarnya juga menjadi gelap gulita karena ada 5 gardu listrik yang mati akibat dari bencana gempa bumi dan tsunami ini. Akhirnya Gubernur Sulawesi Tengah menetapkan masa tanggap darurat selam 14 hari alias selama 2 minggu sejak peristiwa Gempa dan Tsunami terjadi.

Banyaknya korban dan infrastruktur yang rusak diprediksi akibat ketidaksiapan kita dalam menghadapi bencana alam seperti gempa dan tsunami juga karena faktor alam lain seperti Likuifaksi alias fenomena alam dimana kekuatan tanah berkurang karena gempa sehingga mengakibatkan sifat tanah berubah dari keadaan padat (solid) menjadi cair (liquid).

Likuifaksi bisa terjadi juga lantaran tanah berupa pasir atau lanau, lapisan tanah jenuh air, lapisan tanah tidak padat dan terjadi gempa yang berkekuatan di atas 5,0 SR. Tanah Cair biasanya pada saat adanya getaran akan membuat struktur bangunan menjadi runtuh dan jatuh. Getaran juga melonggarkan tanah dengan memisahkan butiran tanah lalu kehilangan stabilitas sehingga tanah menjadi cair dan akibatnya bangunan berguncang lalu masuk ke dalam tanah saat stabilitas tanah menurun.