Sunday, February 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Curahan Hati Seorang Dirut PT Pos Tentang Surat Menyurat

Curahan Hati Seorang Dirut PT Pos Tentang Surat Menyurat

Seiring perkembangan teknologi, kini aktivitas surat-menyurat yang dikirimkan melalui kantor pos pun sudah tak dilakukan lagi. Kondisi itu diutarakan oleh Direktur Utama @posindonesia.ig Gilarsi Wahyu Setijono. Ia mengatakan, perilaku orang berkirim surat kian mengalami penurunan. Perubahan ini terhitung sejak tahun 2015, bisnis pengiriman surat di PT Pos telah mengalami penurunan drastis hingga 50 persen. Bahkan kondisi ini juga turut berpengaruh pada pergeseran peran kurir.

Dahulu surat pernah menjadi andalan untuk media bertukar kabar. Berbagai ekspresi perasaan pun agaknya lebih greget jika disampaikan lewat secarik kertas berisi rangkaian kata hasil tulisan tangan yang dipermanis dengan bubuhan otentik si empunya. Lain ladang lain belalang, zaman sudah kian berkembang menjadikan romantisme surat kian terpinggirkan. Kini, berkirim pesan sudah bisa dilakukan hanya dengan mengaktifkan gadget. Tak perlu lama dan lebih praktis.

Kondisi itu tak dinafikan oleh Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahyu Setijono. Ia mengatakan, perilaku orang berkirim surat kian mengalami penurunan.  “Bergesernya teknologi, surat jadi tidak relevan. Jasa pengiriman surat mengalami decline, kebutuhan surat menjadi sangat tidak signifikan,” katanya di Gedung Pos Ibu Kota, Jakarta, Kamis (22/11).

Perubahan ini berimbas pada bisnis PT Pos. Utamanya terhitung sejak tahun 2015, bisnis pengiriman surat di PT Pos telah mengalami penurunan drastis hingga 50 persen. “Akan dan pasti semakin tergerus,” imbuhnya.  Ia melanjutkan, jika pun surat masih ada peminatnya itu bukan untuk urusan pribadi. Namun, lebih kepada perkara bisnis atau baku administratif yang memang masih mengharuskan berbentuk surat.

“Surat-surat yang sifatnya komersial korporat, kayak billing statement dari bank, kemudian kayak asuransi polis itu masih ada tapi semakin kecil,” kata dia. Sepinya orang berkirim surat, kata dia, juga berdampak bagi pergeseran peran kurir yang selama ini bekerja di PT Pos. Para kurir surat mesti beralih menjadi kurir barang.

“Otomatis kurir surat menjadi kurir barang,” ucapnya. Di kondisi seperti itu, Gilarsi mengaku tak bisa berharap banyak. Ia memaklumi jika perkembangan juga menuntut adanya perubahan. Namun, ia masih optimistis surat tak akan benar-benar mati karena masih ada orang-orang yang menghidupkan surat lewat hobi dan berjejaring, seperti pada komunitas-komunitas berkirim surat yang tersebar secara global. Dari situlah pihaknya menangkap peluang menghidupkan gairah berkirim surat. “Kita masih suka mengadakan diskusi-diskusi dan forum filateli untuk itu,” tutupnya.

Related Post

Siapakah Tuna Netra Pertama yang Mampu Menaklukan ... Disamping gegap gempita Asian Games 2018, kita harus tahu pula bahwa di tahun ini setelah gelaran pesta olahraga terbesar di asia ini akan ada pula ...
Manfaat Buah Pepaya Untuk Ibu Hamil Dan Ibu Menyus... Meningkatnya kebutuhan gizi pada ibu hamil dan menyusui membuatnya harus benar-benar menjaga makanan dan minuman yang dikonsumsi, agar tidak hanya s...
Susunan Para Pemain Sepakbola Kontroversial Ini Bi... Sepak bola adalah olahraga yang paling banyak digemari didunia, mendengar kata sepak bola kita selalu teringat dengan pemain idola kita. Yap, setiap...
Celotehan Fans Sepakbola Terkait Partai Bigmatch S... Roni Tegar ternyata ada benarnya. Manchester United memang sudah jadi bagian dari sejarah masa lalu. Kapal rombeng yang kayunya cuma layak untuk jad...