Wednesday, September 30Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Clift Sangra Dan Banyak Rahasia Tentang Suzzanna

Clift Sangra Dan Banyak Rahasia Tentang Suzzanna

Suzzanna kita tahu merupakan artis yang kerap membintangi film horor dan pada akhirnya  membuat ia mendapat julukan Ratu Horor Indonesia. Wanita yang lahir pada 13 Oktober 1942 ini menyisakan rasa penasaran pada misteri kematiannya di tanggal 15 Oktober 2000. Misteri kematian ratu horor ini ramai dengan bumbu perdebatan antara sang suami, Clift Sangra dengan anak kandungnya, Kiki Maria.

Kiki Maria melaporkan Clift atas tuduhan perbuatan penembakan suaminya, Abriyarso. Kasus penembakan itu ditengarai ada kaitannya dengan masalah warisan Suzanna yang akan dibagi pada anaknya. Masalah warisan juga sempat menimbulkan isu Clift merencanakan pembunuhan Suzana dengan menyewa pembunuh bayaran dengan imbalan sebesar Rp 50 juta.

Keluarga Suzanna mengalami hambatan komunikasi akibat perseteruan antara Clift-Suzzanna dengan Kiki-Abriyarso yang berujung ke meja hijau di tahun 2006. Tiga asisten rumah tangga (ART) Suzzanna dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kota Magelang, Senin (6 Maret 2006), mengaku disuruh Clift Andre Natalia atau Clift Sangra untuk membunuh Suzzanna yang saat itu berstatus sebagai istrinya sendiri.

Pengakuan itu disampaikan secara bergantian oleh Yusman, Wahyu Rifai dan Bayu Ponco Nugroho yang merupakan pembantu keluarga Clift-Suzzanna yang mengabdi di kawasan Kebondalem Potrobangsan Kota Magelang. Yusman mengaku jika pada bulan Maret-April Clift menyuruh dirinya membunuh Suzzanna. Namun Yusman menolak permintaan Clift meski dijanjikan istri dan anaknya dijamin kehidupannya oleh Clift bila dirinya dipenjara.

Kiki Maria selain mendapat kabar rencana pembunuhan dari yusman juga mengaku mendapat kabar rencana pembunuhan ibunya dari pembantu lain bernama Bayu yang diminta Kiki untuk ke Jakarta membantu kepindahan keluarga Kiki dari Jakarta ke Magelang. Bayu juga disuruh oleh Clift untuk membunuh Suzzanna, tapi Bayu lalu mengatakannya pada Kiki.

Wahyu yang merupakan anak Yusman juga diminta oleh Clift Sangra untuk membunuh Suzzanna, namun Wahyu menolak pula permintaan itu. Bayu mengaku beberapa kali disuruh Clift membunuh Suzzanna. Saat permintaan pertama, Bayu menyanggupi karena takut saat itu Clift membawa pistol. Tapi selanjutnya, Bayu menolak d permintaan berikutnya.

Clift dalam persidangan menyangkal pengakuan tiga pembantunya. Sementara, ketiga pembantu Suzzanna menyatakan tetap pada kesaksian yang disampaikan. Perseteruan itu membuat keluarga Suzanna sempat menduga ada sesuatu yang disembunyikan Clift dari kematian Suzanna. Hingga kini misteri kematian Suzanna masih belum terjawab. Suzanna meninggal dunia dua hari setelah ulang tahunnya ke-66, pada hari Rabu 15 Oktober 2008 sekitar pukul 23.15 WIB di Magelang. Jenazah Suzanna dimakamkan di TPU Giriloyo esok harinya pukul 09.30 WIB. Anehnya, anak kandung, keluarga besar Suzanna dan keluarga besar mantan suami Suzanna sebelum Clift Sangra tak mengetahui kematiannya Suzanna sama sekali.

Keluarga dan orang-orang baru mengetahui kematian Suzanna setelah jenazahnya sudah dimakamkan dari media massa. Clift mengatakan wasiat sang istri tidak ingin orang-orang mengetahui kematiannya dan datang pemakaman. Sesaat setelah Suzanna meninggal, Clift langsung menutup rapat kediamannya. Kiki Maria mengatakan ayah tirinya itu menggembok rumah dan melarang keluarga berkunjung. Bahkan saat acara Misa digelar di rumah saudara Suzanna, kediamannya terlihat gelap gulita tanpa cahaya lampu.

Tak diketahui alasan Clift menutup rapat kediamannya dan tak membiarkan keluarga Suzanna masuk dalam rentan waktu yang lama. Clift mengatakan Suzanna meninggal dunia tiba-tiba setelah minum susu malam hari. Menurut Clift ia berdua sempat berbincang-bincang lalu ia segera menghubungi dokter pribadinya ketika melihat tanda-tanda aneh dari sang istri.

Dokter pribadinya, dr. Mia Pramudianti dan suaminya dr. Hasman Budiono melakukan visum et repertum untuk memastikan Suzanna telah meninggal dunia. Kapolresta Magelang, AKP Purwanto Har Widodo lalu mengonfirmasi kalau kematian Suzanna wajar berdasarkan surat keterangan dokter pribadi Clift yang menyatakan Suzanna meninggal karena penyakit diabetes yang dideritanya.