Monday, August 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Cari Masalah Saja, Turis Asing Larang Warga Berenang Di Bali

Cari Masalah Saja, Turis Asing Larang Warga Berenang Di Bali

Warga Dusun Pegayaman, Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali mengusir sejumlah turis asing. Sebab, para turis ini tak mengizinkan warga mengakses Pantai Desa Temukus. Alasannya adalah turis asing itu mengklaim telah menyewa sebuah vila serta kawasan pantai di sana. Warga lokal dibuat geram. Pertengkaran terjadi. Warga memviralkan aksi pertengkaran itu di media sosial.

Warga yang tak diberi izin untuk ke akses pantai, bernama Gede Arya Adnyana (31) mengatakan, peristiwa itu terjadi Minggu (21/7) sekitar pukul 18.00 WITA. Saat itu, Arya sedang mengunjungi pantai dekat vila yang dihuni turis bersama anaknya MC (3,5 tahun). Tiba-tiba ada seorang anak turis itu yang kira-kira berusia 6 tahun menghampiri Arya dan anaknya yang sedang bermain di pantai.

“Dia kasih tahu menggunakan bahasa Arab. Saya bilang kalau mandi di sini karena di sebelah barat itu ada banyak lumut, anaknya itu lari. Selang beberapa menit, kemudian bapak anak itu datang dengan nada kasar mengusir dalam bahasa Inggris. Pokoknya dia bilang, ‘kalau mau mandi di sini harus minta izin karena saya telah menyewa semua tempat ini dari mulai vila sampai ke pantai’,” kata Arya saat dihubungi, Selasa (23/7).

“Saya tanya alasannya apa? Dia menjawab, ‘saya dan anak-anak saya muslim dan tidak mengizinkan dia (istri) untuk melihat cowok lain, apalagi Anda hanya memakai celana boxer’,” kata Arya menceritakan percakapannya dengan turis itu.

Adu mulut terjadi. Geram dengan aksi ngotot sang turis, Arya lalu menelepon adiknya. Adiknya yang kebetulan adalah perangkat desa datang bersama sekitar 15 warga. Mediasi pun dilakukan.

Turis ini tetap tak terima bila warga berenang di lokasi itu. Turis itu kemudian mengacungkan sebuah pisau dan juga empat benda tumpul kepada warga. Tak terima dengan sikap si turis, Arya pun memanggil polisi setempat. Sayangnya, si turis ini tetap ngotot dan keadaan semakin ricuh. Warga ingin menyerbu turis.

“Dan polisi lalu bilang kita selesaikan dulu dan ditelepon supervisor vila. Dia pun sudah enggak bisa memenuhi permintaan saya dan kami untuk mengusir bule ini,” ujar Arya. Hasilnya karyawan vila meminta turis itu untuk pergi dari Bali. Namun, si turis lalu minta maaf dan tetap minta diizinkan berlibur di vila. Warga pun menolak karena takut terjadi hal yang tak diinginkan.

“Pukul 21.30 WITA, dia bersama 8 keluarganya pergi dari sana, kita kawal sampai perbatasan Desa Temukus, (kami katakan) silakan kunjungi tempat di luar Bali,” ujar Arya. Arya menyayangkan sikap para turis ini. Biasanya warga lokal sering bermain di lokasi tersebut. Tidak jarang juga, warga sering dilarang bermain oleh sejumlah turis dengan alasan yang memang sama. “Yang lain itu tak mau melapor,” kata dia.

Ia pun mendorong aparat desa membuat peraturan desa adat mengenai kawasan pantai itu. Hal ini agar baik turis maupun warga sama-sama dapat mengakses kawasan pantai. Tak ada yang privatisasi. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Buleleng yaitu Iptu Sumarjaya masih enggan merespons peristiwa tersebut.