Wednesday, July 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Cara Mudah Cegah Panas Dalam Saat Berpuasa

Cara Mudah Cegah Panas Dalam Saat Berpuasa

Tenggorokan kering dan terasa gatal, ini tanda awal akan terjadi panas dalam. Sudah pasti tidak akan nyaman, apalagi saat harus bekerja di ruangan berpendingin sepanjang hari. Sudah pasti harus konsumsi air lebih banyak, tetapi bagaimana jika sedang berpuasa, dimana tidak boleh makan dan minum di siang hari.

Memang di bulan ramadan risiko mengalami panas dalam lebih tinggi, apalagi jika suhu ekstrem dan lebih suka konsumsi makanan dan minuman dingin saat berbuka puasa. Ini akan menimbulkan perubahan suhu mendadak, sehingga tubuh yang tidak mendapatkan keseimbangan bisa timbul beberapa penyakit.

Bukan hanya panas dalam, namun bisa sariawan, bibir pecah-pecah, tenggorokan kering hingga radang. Bahkan ada beberapa orang mengalami masalah pencernaan, karena salah dan konsumsi makanan yang tidak seharusnya. Hal ini tentu akan berpengaruh pada tubuh, apalagi saat berpuasa kondisi akan semakin lemah karena jam makan semakin dibatasi.

Tetapi Anda yang berpuasa di bulan ramadan, beberapa dokter mengatakan sangat baik untuk tubuh. Bahkan pasien yang mengalami penyakit kronis dan tidak ada penyembuhan hingga saat ini, misalkan sakit pencernaan seperti maag atau diabetes. Ini akan menyeimbangkan kondisi tubuh, pasalnya di batasi dengan jam makan dan hanya konsumsi makanan yang dibutuhkan tubuh.

Baca juga: Tips Aman Berpuasa Untuk Menderita Gagal Jantung

Masalah yang sering timbul adalah dehidrasi, hal ini karena kekurangan cairan pada tubuh. Idealnya memang harus minum atau makan sesuatu yang berair 3 jam sekali, ini akan membuat tubuh terlihat lebih segar dan sehat.

Namun bukan hanya itu saja yang membuat Anda rentan terserang panas dalam, konsumsi makanan yang tidak seperti makanan cepat saji dan terlalu banyak santan. Aktivitas di luar ruangan yang terlalu banyak dan membakar kalori bahkan kebiasaan tidur yang terlalu singkat.

Gangguan seperti panas dalam terjadi karena kurangnya asupan cairan dan mineral dalam tubuh, ini harus diganti secepatnya. Maka dari itu saat berbuka disarankan minum atau makanan menu manis, sehingga bisa memulihkan energi lebih cepat. Selain itu, berbuka puasa sebaiknya tidak langsung makan berat, hal ini karena perut dalam kondisi kosong dan terlalu kaget menerima asupan makanan yang terlalu banyak.

Gejala awal terjadinya panas dalam, biasanya diawali dengan peningkatan suhu tubuh , perut menjadi tidak nyaman, mulut kering hingga mengalami pecah-pecah. Hal ini bisa diatasi dengan cepat, asalkan mengembalikan kebutuhan cairan dalam tubuh setelah berpuasa seharian.

Gunakan cara minum 2-4-2, ini akan memenuhi kebutuhan air minimal 8 gelas setiap harinya. Caranya, saat berbuka minum minimal 2 gelas air putih. Setelah itu, saat makan malam, biasanya setelah salat tarawuh, minum minimal 4 gelas air putih. Saat sahur, minum air 2 gelas. Sehingga cairan tubuh tetap terpenuhi dan puasa menjadi lebih nyaman tanpa gangguan tenggorokan kering hingga panas dalam.