Tuesday, June 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Bule Ini Banting Petugas Dan Paksa Naik Ke Gunung Bromo

Dalam tayangan video yang berdurasi 20 detik itu, seorang turis asing dan petugas sempat saling dorong, setelah sebelumnya adu mulut. “Back, back,” teriak petugas itu. Namun si turis berkacamata hitam itu tetap saja memaksa untuk masuk. Bahkan petugas yang terus menghalangi itu sempat dibanting hingga terjatuh.

Video tersebut telah diunggah oleh akun Instagram bernama @matajitu, Jumat (22/3/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Pengunggah video memberikan keterangan: “Kejadian hari ini seorang turis asing menunjukan arogansi nya,menganggap dirinya wisatawan lantas seenak-enaknya? Kebetulan memang kawasan bromo ketika itu masih dibuka untuk wisatawan tp dengan radius jarak aman tertentu”.

Sejam setelah diunggah, video tersebut menuai respons dari pengguna Instagram lainnya. Akun dengan nama @mamshets memberi komentar “Jangan kasih ampun broww…tonjok ajaahh”. Sementara akun dengan nama @sekarmaji.aji_2662 berkomentar “Nek ono sing koyo kuwi, wes ratakan ae mas..(Kalau ada yang seperti itu, ratakan saja, Mas).

viral-bule-banting-petugas-di-bromo

Sejak sepekan terakhir memang PVBG merekomendasikan jarak aman dari kawah Gunung Bromo adalah 1 kilometer. Itu menyusul aktivitas vulkanologi gunung di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Jawa Timur itu. Wisatawan maupun warga ditentukan harus berada minimal 1 kilometer dari pusat kawah Gunung Bromo.

Hari Kamis kemarin, bahkan Gunung Bromo menyemburkan abu vulkanik di 9 desa di sekitar Gunung Bromo. Di Desa Argosari, ketebalan abu vulkanik di pemukiman penduduk itu bahkan sudah mencapai ketebalan 1 centimeter.

Seorang petugas telah dibanting turis asing yang ngotot akan mendaki Gunung Bromo. Videonya sempat viral. Turis asal Jerman yang sempat membanting petugas itu sudah meminta maaf. Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Data Evaluasi, Pelaporan, dan Humas  Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sarif Hidayat, menyatakan bahwa kejadian tersebut berlangsung pada Jumat (22/3/2019).

Saat itu, kata Sarif, ada sepasang turis laki-laki dan perempuan sempat memaksa untuk mendaki puncak Gunung Bromo untuk melihat aktivitas kawah. “Sekitar pukul 12.30 Wib, diketahui ada turis yang laki-lakinya dari Jerman dan ceweknya dari Rusia. Mereka mau menerobos ke puncak Bromo melihat kawah tapi dicegah petugas,” jelas Sarif Hidayat, Sabtu (23/3/2019).

Sarif menambahkan keduanya nekat mendekati kawah lantaran penasaran dengan aktivitas vulkanis Gunung Bromo meskipun PVMBG sudah mengeluarkan larangan wisatawan untuk mendekat radius 1 KM dari kawah.

“Kemudian dia memaksa terus. Saat itu teman-teman yang berjaga di radius 1 KM untuk mencegah mendekati kawah sesuai rekomendasi PVMBG,” katanya. Turis tersebut pun akhirnya berhasil dihalau oleh petugas, bahkan setelah dijelaskan oleh petugas jaga kedua turis itu meminta maaf.

“Jadi waktu kejadian ada 15 petugas yang berjaga. Akhirnya ia bisa dihalau untuk keluar dan sudah meminta maaf atas kejadian itu,” ungkap Sarif saat dihubungi jatimnow.com. Namun pihaknya belum ada tindakan untuk melakukan pelaporan ke kepolisian terkait perbuatan tidak menyenangkan tersebut.

“Sementara ini karena situasinya memang kurang mendukung, belum ada pelaporan ke kepolisian ini,” pungkasnya.