Tuesday, September 22Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Boss Alibaba Balas Budi Temannya Dengan Cara Ini

Jack Ma Balas Budi Temannya Dengan Cara Ini

Jack Ma adalah pendiri Alibaba yang merupakan salah satu tokoh pembaharuan China yang telah berawal dari tahun 1980 dan dimulai sejak organisasi Australia-China mengirimkan perwakilan Australia ke China untuk survey beberapa tempat, termasuk kampung halamannya Jack Ma, Hang Zhou.

Pria bernama Ken dan istrinya, Judi, dikirim oleh Australia guna menjadi perwakilan Kedubes Australia pada saat itu. Ken merupakan seorang pensiunan insinyur, ia membawa ketiga anaknya, David, Steven dan Susan dalam perjalanannya ke China. Kebetulan hari itu mereka melakukan survey di taman Xi Hu, disanalah David mendapatkan teman pertamanya, Jack Ma, yang waktu itu sengaja mendatangi David untuk melatih bahasa Inggrisnya yang belum fasih.

Pada saat itu China baru membuka diri kepada negara luar maka banyak orang China yang jadi antusias untuk belajar bahasa Inggris, begitu pun dengan Jack Ma. Dengan kemampuan Inggrisnya yang pas – pasan, dia memberanikan diri untuk berbicara dengan David. Sejak hari itu, mereka pun berteman dan bertemu setiap hari di taman yang sama.

Setelah Ken dan keluarga kembali ke Australia, hubungan mereka tidak putus karena. mereka saling menulis surat dan David pun menjadi sahabat pena Jack Ma. Karena kedekatan mereka, Jack Ma pun memanggil Ken dengan sebutan “Ayah”. Ken pun sangat menyukai Jack Ma dan memperbaiki semua grammar Jack Ma di surat – suratnya, sehingga saat Jack Ma mendapat balasan suratnya, dia bisa sambil belajar.

Hal ini terus berlangsung selama 5 tahun. Pada tahun 1985, Jack Ma yang berumur 21 tahun, masuk ke Universitas Hangzhou lalu menjadi ketua mahasiswa. Di tahun yang sama, Ken pun mengundang Jack Ma untuk datang berkunjung ke Australia. Jack yang benar-benar tidak pernah ke luar negeri, bertekad untuk membuat Visa dan paspor pertamanya demi bisa ke Australia.

Dengan dukungan dari sahabat penanya itu, Jack Ma pun berhasil mendapatkan paspor pertamanya, tapi ternyata perjuangannya tidak berhenti sampai disitu saja, karena visanya tidak bisa keluar. Visa ke Australia sangat sulit untuk didapatkan pada waktu itu. Kalau bukan karena alasan pendidikan atau menjengkuk keluarga yang memiliki hubungan darah, visa dengan alasan lain biasanya akan ditolak, begitu juga dengan Jack Ma, Visanya bahkan sudah 7 kali ditolak.

Demi mendapatkan pun Jack Ma sama sekali tidak mau menyerah, walaupun dia harus tinggal di basement dan hampir menghabiskan seluruh uang miliknya. Untuk bisa melancarkan visa Jack, Ken pun meminta tolong kepada temannya yang bertugas di kedubes Australia untuk melaporkan kejadian ini. Jack Ma lalu pergi lagi ke kedutaan besar Australia dan langsung bertemu dengan penanggung jawab kedubes tersebut, “Aku sudah tinggal di sini seminggu dan ini kesempatan terakhirku! Aku berharap aku bisa mendiskusikan hal ini kepadamu!”

Penanggung jawab itu kaget dan bertanya-tanya apa yang membuat pemuda ini begitu kesal. “Aku telah ditolak 7 kali dan aku sudah menunggu seminggu sampai akhirnya uangku habis. Aku tak apa disuruh pulang, namun setidaknya jelaskan apa alasan penolakan visaku sampai 7 kali!” ujar Jack Ma, akhirnya penanggung jawab itu memintanya, “Bisakah kamu tunggu 3 hari lagi?” Namun Jack Ma menolak, kemudian mengatakan hanya dapat menunggu selama 30 menit saja. ┬áMelihat tekadnya yang kuat ini, penanggung jawab kedubes itu menjawab,”Kamu begitu ingin visa ini? Tunggu aku 5 menit!” Jack Ma pun akhirnya bisa pergi ke New Castle, Australia selama 29 hari dan mendapatkan pengalaman yang berbeda dengan China.

Dia belajar banyak hal di sini, matanya terbuka, dan pemikiran dia juga semakin terbuka. Dia berpikir, 10 tahun kemudian, China perlu berubah seperti Australia dan memiliki pandangan seperti orang – orang Australia ini. Dia juga melihat banyak orang mempraktekan “Tai-Chi”, olahraga kebugaran kesukaannya. Dia bahkan mengajari orang Australia tai chi di sebuah perumahan di New Castle.

Tidak hanya pengalaman saja, dia pun belajar Bahasa Inggris ala Australia. Dia pulang tanpa tangan kosong, budaya, pemikiran, pengetahuan, dan bahkan kedekatannya dengan keluarga Ken semakin meningkat. Selanjutnya, giliran Ken membawa Steven pergi mengujungi Jack Ma di Hang Zhou. Karena Jack Ma tidak memiliki tempat tinggal yang luas, dia akhirnya hanya bisa mengatur agar Ken sekeluarga tinggal di asrama sekolah.

Steven ingat, bagaimana mereka makan di rumah Jack Ma, naik sepeda pergi ke sekolahnya, bahkan memberikan diri mereka dilayani oleh Jack Ma. Disitulah Ken merasa, Jack Ma bukan hanya orang desa yang biasa, dia pasti akan sukses suatu hari nanti.

Sebelum Ken pulang, Ken melihat bagaimana stress dan tekanan ekonomi yang dialami Jack Ma. Akhirnya, Ken berinisiatif untuk memberikan bantuan pada Jack Ma setiap semester untuk membantu biaya sekolahnya. Selama 2 tahun itu, Ken memberikan Jack Ma kurang lebih 2 juta rupiah.

Tentu saja, bantuan Ken sangat membantu Jack Ma. Jack Ma sangat berterima kasih atas bantuan Ken. Bulan September 2004 lalu, Ken tutup usia di umur 78 tahun. Kedekatannya bersama Jack Ma selama 24 tahun ini membuat Jack Ma sangat sedih dan merasa kehilangan. Jack selalu menganggap Ken sebagai ayahnya, gurunya dan bahkan sahabatnya. Mereka juga pernah merencanakan untuk berlibur ke Siberia dengan menggunakan kereta api.

David, anak Ken, datang mengunjungi Jack Ma setelah ia menjadi orang terkenal di China dan seluruh dunia. Kedatangannya adalah untuk mewujudkan mimpi Ken dan Jack Ma yang belum sempat terlaksana. David tahu, kini sulit untuk Jack Ma pergi berlibur seperti orang biasa lagi, namun ia tetap berharap bisa menggantikan ayahnya untuk mewujudkan mimpi ini.

3 Februari 2017 lalu, Jack Ma menyumbangkan uang sebesar 20 Milliar untuk Universitas New Castle Australia sebagai balas budinya kepada ayah angkatnya, Ken. Dia berharap lewat sumbangannya ini, anak – anak yang mengalami hal yang sama dengannya dulu dapat menggunakan uang ini untuk melihat dunia luar dan membuka mata hati mereka.

David hadir mewakili keluarganya waktu itu, ia bangga melihat bagaimana kebaikan ayahnya membuahkan hasil seseorang yang sangat luar biasa. Kalau Ken melihat apa yang Jack Ma lakukan, David percaya, ayahnya akan berdiri, menangis, dan bangga melihat Jack, anak didiknya menjadi pahlawan dunia.

┬áKisah Jack Ma yang hampir tak pernah diceritakan ini, berhasil mengubah banyak orang, bahkan menginspirasi orang – orang yang mungkin di bawah standar untuk terus berusaha dan tidak menyerah mengejar ilmu pengetahuan.