Monday, October 26Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Bocoran Jadwal Rilis Smartphone Layar Lipat Samsung

Bocoran Jadwal Rilis Smartphone Layar Lipat Samsung

Pada pekan yang lalu, setelah memang sempat dirumorkan selama bertahun-tahun, akhirnya Samsung berani untuk memamerkan ponsel layar lipatnya kepada publik. Namun sang raksasa Korea Selatan tersebut masih belum mau mengungkapkan kapan sang perangkat dengan layar Infinity Flex Display ini akan hadir di pasaran smartphone dunia. Belakangan pun akhirnya muncul bocoran yang mengatakan bahwa Samsung akan berusaha mengumumkan perkembangan yang lebih jauh dari ponsel layar lipatnya pada saat pagelaran Mobile World Congress 2019, di akhir Februari tahun depan.

Lalu seperti yang dirangkum oleh KompasTekno dari Yonhap, pada hari Rabu (14/11/2018), Samsung diprediksi akan berusaha untuk merilis ponsel layar lipat tak lama setelahnya, tepatnya pada  bulan Maret 2019. Bocoran yang sama juga turut memuat informasi harga ponsel layar lipat milik Samsung ini. Banderolnya disebutkan akan mencapai 2 juta won atau sekitar hampir Rp 26 juta di Korea Selatan.

Kendati mungkin memang terasa sangat mahal bagi kebanyakan konsumen, namun Samsung agaknya merasa sangat percaya diri dengan prospek ponsel layar lipatnya ini di pasaran smartphone flagship dunia. Bos Samsung Mobile yaitu DJ Koh, pada pekan ini sempat menyatakan bahwa pihaknya akan membuat paling tidak 1 juta unit ponsel layar lipat untuk tahap awal saja. Jumlah yang lebih banyak memang bisa dibuat, namun Samsung akan menilai pad respon pasar terlebih dahulu.

Dalam keadaan smartphone barunya ini dibentangkan, ponsel lipat Samsung memiliki layar Super AMOLED dengan lebar mencapai 7,3 inci (2.152 x 1.536 piksel, aspect ratio 4,2:3) atau seukuran dengan sebuah tablet kecil. Saat dilipat maka ukuran layarnya akan menciut menjadi 4,6 inci dengan  resolusi 1.960 x 840 piksel dan juga aspect ratio 21:9. Bentuknya pun akan berubah dari tablet menjadi serupa dengan smartphone. Ponsel layar lipat Samsung ini kabarnya tidak akan mendukung konektivitas 5G. Fitur itu diduga akan disimpan untuk salah satu varian ponsel flagship yang lain yaitu Galaxy S10 dari sang pabrikan.

Kita lihat saja pada tahun depan selain dari Pabrikan Samsung, pabrikan smartphone mana lagi yang akan memberikan kejutan pada model dan fitur smartphone flagship lainnya di dunia. Dan apakah semua smartphone flagship tersebut akan masuk ke Indonesia atau hanya sekedar lewat saja.