Friday, January 18Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Bobotoh Iri Pada Sanksi Yang Diterima Arema Dari PSSI

Bobotoh Iri Pada Sanksi Yang Diterima Arema Dari PSSI13

Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengumumkan sanksi hukuman yang dijatuhkan kepada Arema FC, setelah adanya pelanggaran disiplin saat laga Arema kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018). Dari laporan pengawas pertandingan dan tim pemantau PSSI, ditemukan beberapa pelanggaran, yakni pengeroyokan yang dilakukan suporter Arema FC terhadap suporter Persebaya Surabaya, juga intimidasi yang dilakukan oleh suporter Arema FC dengan cara mendekati pemain Persebaya Surabaya.

Arema dijatuhkan sanksi larangan menggelar pertandingan tanpa penonton pada laga home dan suporter Arema dilarang memberi dukungan pula pada saat laga away sampai akhir musim kompetisi 2018. Tak hanya itu, tim Singo Edan juga dikenai denda sebesar Rp100 juta atas penyalaan flare dan pelemparan botol yang dilakukan oleh suporter mereka, yaitu Aremania.

Komdis pun menjatuhi hukuman kepada dua orang suporter Arema, yaitu Yuli Sumpil dan Fandy karena memprovokasi penonton lain dengan cara turun ke lapangan. Mereka berdua dihukum tidak boleh masuk stadion di wilayah Republik Indonesia seumur hidup. PSSI memastikan setiap pelanggaran disiplin Kompetisi, mendapatkan sanksi.

Namun Bobotoh ternyata masih mempertanyakan Keadilan Komdis PSSI. Bobotoh pun memberikan sikap terhadap hukuman yang diberikan Komdis PSSI terhadap klub Arema FC. Kebanyakan dari bobotoh mempertanyakan rasa keadilan dari Komdis yang hanya memberikan sanksi tanpa penonton pada Arema FC hingga akhir musim.

Berbeda halnya dengan Persib, yang tidak hanya mendapatkan hukuman tanpa penonton hingga pertengahan musim 2019. Tim Maung Bandung juga terpaksa menjalani laga ‘usiran’ akibat tim Maung Bandung mendapat larangan bermain di Pulau Jawa sampai akhir musim 2018. Salah satu bobotoh asal Riung Bandung, yakni Ade Fajrul, menyatakan pemberian sanksi terhadap Arema FC harus dikaji ulang.

“Kalau dilihat tindakan pengeroyokan juga dilakukan di dalam stadion. Apalagi kalau dilihat videonya sampai mengenai anak kecil juga. Kenapa tidak disanksi tegas? Tapi Persib yang kejadiannya jelas-jelas di ring tiga luar stadion malah dijatuhi hukuman yang berat,” katanya. Ade menyebutkan, bukan kali ini saja suporter Arema FC membuat kericuhan saat di lapangan. Saat laga yang mempertemukan tim Singo Edan dengan tim Maung Bandung di putaran pertama Liga 2018 pun, suporter Arema membuat kericuhan dengan turun ke lapangan saat pertandingan belum sepenuhnya usai.

“Kalau dilihat sebenarnya mana suporter yang lebih membahayakan? Kalau dilihat bobotoh sekarang sudah tertib. Jadi di mana letak keadilan dari Komdis PSSI?” ucapnya. Dia pun berharap hasil banding yang diajukan oleh manajemen Persib bisa memberikan kabar baik bagi tim kesayangannya itu. Ade pun bertekad tetap mendukung Persib kendati dia merasa banyak pihak yang ingin menjegal tim Maung Bandung meraih gelar juara.

“Semakin kelihatan banyak pihak yang tidak suka Persib di atas. Tapi tenang saja, bobotoh pasti selalu kompak dan mendukung Persib dalam keadaan apapun,” paparnya. Selain kasus Arema FC, Komite Disiplin juga menyidangkan beberapa kasus lainnya. Berikut hasil sidang dan keputusannya.

Pertama ada PS Barito Putera yang berkompetisi di Go-Jek Liga 1 2018. Pada pertandingan antara PS Barito Putera vs PSMS Medan di tanggal 7 Oktober 2018, Ofisial PS Barito Putera yang tidak teridentifikasi terlibat kericuhan dengan pelatih PSMS Medan. Hukuman yang dijatuhkan adalah Sanksi denda Rp25 juta.

Yang kedua ada Persikabo Kabupaten Bogor di kompetisi: Liga 3 2018 pada pertandingan Persikabo Kab. Bogor vs Bogor FC. Tanggal kejadian: 26 Agustus 2018 dimana Jenis pelanggarannya adalah pelemparan botol, penyalaan flare serta masuk ke dalam lapangan. Hukuman yang dijatuhkan PSSI adalah Sanksi denda Rp25 juta.

Selanjutnya ada Pemain Persip Pekalongan, Iwan Wahyudi. Yang pada kompetisi Liga 3 2018 di Pertandingan antara Persatu Tuban vs Persip Kota Pekalongan tanggal 7 Oktober 2018, Memukul lawan dan dikenakan Hukuman berupa Sanksi larangan bermain sebanyak 2 (dua) pertandingan.

Related Post

Tanpa Bantuan Pemerintah, Desa Ini Mampu Rubah Sel... Banyak daerah di Indonesia yang berpotensi menjadi daerah wisata. Dan biasanya daerah-daerah tersebut berada di daerah-daerah terpencil di seluruh p...
Tips Berhenti Ketagihan Nonton Film Bokep Bukan hanya rokok, minuman keras, dan narkoba saja yang dapat membuat seseorang kecanduan serta menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, tapi juga p...
Ungkapan Partai Demokrat Tentang Tudingan Tidak Ka... Partai Demokrat angkat bicara mengenai soal tudingan tidak aktif dalam mengampanyekan Prabowo Subianto dan juga Sandiaga Uno pada Pemilu Presiden 20...
Canggihnya Drone Tempur Buatan Indonesia PT Dirgantara Indonesia sekarang ini sedang mengembangkan Drone nasional atau Pesawat Terbang Tanpa Awak kelas Medium Altitude Long Endurance (MALE)...