Saturday, July 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

BMKG Berikan Penjelasan, Mengapa Bandung Jadi Lebih Dingin

BMKG akhirnya buka suara mengenai kondisi Kota Bandung yang kini semakin bertambah dingin, padahal kini sudah memasuki musim kemarau yang seharusnya menjadi lebih hangat. Hal ini disampaikan langsung oleh Tony Agus Wijaya selaku Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, dimana Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang paling mengerti fenomena alam tersebut.

Pernyataan yang dikeluarkan Toni pada Jum’at (06/07/2018) dilansir dari CNN Indonesia, dimana suhu udara sore hingga malam bahkan pagi hari memang relatif lebih dingin dari pada saat siang hari. Hal ini karena da pembentukan awan-awan hujan, semua hal tersebut masih normal.

Namun ada yang cukup aneh, dimana musim kemarau ini lebih banyak didominasi dengan suhu lebih dingin, jika dibandingkan pada saat musim hujan. dimana periode musim kemarau jadi lebih singkat mulai dari Juni hingga September saja. Sehingga membuat suhu udara semakin rendah, bahkan suhu lebih dingin dari 40 tahun lalu.

Dimana sekarang ini setiap menjelang sore hingga malam hari, suhu udara di Kota Bandung bisa mencapai 11,2 derajat celcius, cukup dingin untuk daerah yang berada di dataran rendah. Hal serupa pernah terjadi sebelumnya pada Agustus 1987, dimana suhu mencapai 11,2 derajat celcius, sedangkan suhu maksimal absolute terjadi pada bulan April 2011 pada kisaran 36 derajat celcius.

Baca juga : NASA Mulai Berburu Alien Kembali Ekspedisi Bawah Laut Segera Di Mulai

Dijelaskan lebih lanjut oleh pihak BMKG terkait, dimana suhu pada musim kemarau kali ini memang lebih dingin, hal ini karena adanya angin pasat tenggara atau timur. Angin ini mulai bertiup dari Benua Australia, jika di Bandung sedang musim kemarau maka sedang terjadi puncak musim dingin di Australia. Ini terjadi pada Juli hingga September.

Jika menurut hasil pantauan dalam satu bulan terakhir, hingga kini tercatat suhu berada dalam kisaran 16,4 derajat celcius dengan kelembabab terendah berada di titik 38 persen, sehingga tidak berpeluang terjadi pembentukan awan-awan hujan. Ini tentu membuat suhu menjadi lebih hangat kembali dan tetap aman beraktivitas di malam hari.

Namun karena di Indonesia, khususnya Kota Bandung kini sedang musim kemarau. Sehingga yang terjadi adalah udara menjadi dingin dan kering, ini akan memengaruhi kondisi tubuh dan bisa menyebabkan penyakit ringan. Disarankan oleh Tony, agar banyak konsumsi sayur dan buah untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan tidak mudah sakit.

Selain itu, ada juga angin Taipun Maria yang bertiup dari Utara Khatulistiwa. Dimana akan melewati Jawa Barat dengan cukup kencang, kecepatan angin berkisar 36-45 km/jam. Sehingga hal ini membuat BMKG mengeluarkan saran pada nelayan untuk menghentikan aktivitas melaut terlebih dahulu, apalagi kini ketinggian ombak mencapai 4 meter.