Sunday, November 17Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Bibit Tanaman Ini Ditanam Di Bulan Dan Hasilnya Cukup Mencengangkan

Bibit Tanaman Ini Ditanam Di Bulan Dan Hasilnya Cukup Mencengangkan

Misi Chang’e 4 yang dilakukan China ke Bulan mulai menunjukkan hasil positif. Benih tanaman yang turut dibawa ke Bulan mulai mengeluarkan tunas. Perkembangan ini seakan menunjukkan kemajuan peradaban manusia dalam sejarah penjelajahan misi luar angkasa.

“Pertama dalam sejarah manusia : Benih kapas yang telah dibawa ke Bulan oleh pesawat Chang’e 4 China akhirnya sudah bertunas. Foto tes terbaru menunjukkan itu, menandai penyelesaian percobaan biologis pertama manusia di Bulan,” tulis People’s Daily, China lewat cuitannya.

Benih kapas diketahui bisa tumbuh bukan dengan bersentuhan langsung dengan permukaan Bulan, tetapi dalam biosfer yang tertutup rapat dengan asupan iklim dan makanan yang telah diatur. Selain kapas, China juga menyertakan bibit kentang, ragi, dan telur lalat untuk melakukan pengujian. Kendati demikian, peneliti tidak bisa berpuas diri dengan hasil ini. Masih banyak serangkaian pengujian yang harus dilakukan.

Bibit Tanaman Di Bulan

Bibit tanaman yang dibawa rover Chang’e-4 berhasil tumbuh di sisi terjauh Bulan. Ia pun menjadi tanaman pertama yang berhasil menunjukkan kehidupan di sana. Namun, beberapa waktu setelahnya, Liu Hanlong, pemimpin eksperimen tersebut, menyampaikan kabar buruk.

Tanaman kapas yang baru saja tumbuh tersebut sudah mati. Penyebabnya: saat malam tiba di sisi jauh Bulan, suhunya langsung turun drastis. Dilansir dari nationalgeographic.com, suhu di dalam Chang’e-4 turun menjadi -52 derajat celsius.

Dan itu terus terjun hingga -180 derajat celsius. Ini membuat eksperimen dalam menumbuhkan tanaman di Bulan pun akhirnya berakhir. Tidak ada mekanisme di Chang’e -4 yang bisa menjaga tumbuhan tetap hangat di sana.

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), pembekuan mendadak bisa langsung membunuh tanaman. Kapas, yang biasanya tinggal di wilayah hangat di Bumi, ternyata tidak dapat beradaptasi dengan suhu dingin di Bulan. Dinginnya malam hari di Bulan tidak seperti pergantian musim panas ke musim dingin di Bumi. Inilah yang membuat tanaman di sana kesulitan menyesuaikan diri.

Selama periode siang hari yang berlangsung dua minggu, suhu permukaan Bulan bisa setinggi 100 derajat celsius. Namun, ketika malam tiba, temperatur dapat dengan cepat jatuh ke angka -173 derajat celsius. Meskipun akhir dari tanaman kapas ini bisa dibilang cukup menyedihkan, tapi usaha para peneliti Tiongkok yang berusaha menumbuhkan tanaman di Bulan patut diapresiasi.