Monday, September 16Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Bergugurannya Para Penjual Game PC Di Glodok

Bergugurannya Para Penjual Game PC Di Glodok

Blok B lantai 3 Harco Mangga Dua di Jakarta tampak lengang. Ruko-ruko yang buka bahkan bisa dihitung jari, itu pun hanya didominasi para penjual laptop. Setelah berusaha mencari tahu, akhirnya yang dicari pun tampak. Toko penjual game untuk personal computer (PC).

Dari pantauan kumparan, cukup sulit mencari keberadaan penjual game PC di Blok B3 Harco Mangga Dua. Hanya satu toko yang tampak masih berjualan dari sederetan ruko yang biasa menjual game PC.

“Oh semuanya sudah pada tutup yang jual software game untuk komputer. Cuma satu aja yang buka itu di sana,” kata salah seorang pedagang laptop, Jefri sambil menunjuk ruko di Blok 3-30, Jumat (21/6).

Sementara itu, pedagang tinta komputer, Citra menuturkan tutupnya toko para penjual game PC ini sekitar satu bulan sebelum Lebaran. Di awal tahun, dia mengaku masih melihat toko game PC di Harco buka. “Itu sejak sebelum Lebaran kemarin tutupnya. Enggak tahu pindah ke mana juga. Yang jelas awal tahun kemarin masih buka kok,” katanya.

Heru, pedagang printer di sini mengatakan penjualan game PC memang mengalami penurunan tajam beberapa bulan terakhir. Dia menuturkan kadang, penjual game PC tidak mendapat pembeli sama sekali.

Padahal, dulu begitu banyak yang mencari keberadaan penjual game PC di sini. Hal ini, lanjutnya terjadi lantaran serbuan game online yang tengah marak di kalangan milenial. Apalagi, game online saat ini tak perlu bayar apapun saat mengunduh aplikasinya.

“Dulu padahal banyak banget, ada yang dari mahasiswa dan anak-anak juga. Sekarang kalau melihat penjual game PC beda sama yang dulu, sepi sekali kalau saya perhatiin tiap hari. Katanya sih karena game online. Makanya pada banyak tinggal download di internet mereka bisa main, kalau pakai kaset game kan repot,” tutupnya.

Salah satu narasumber bernama Nita bercerita, dulu omzet penjualan toko game PC miliknya bisa mencapai Rp 500 ribu per hari. Namun, saat ini omzet yang dia peroleh hanya berkisar Rp 200 ribu per hari. Sekitar 3 tahun lalu, Nita bercerita bahwa penjual game PC di Harco masih banyak, sekitar 15 orang. Lambat laun, para pedagang tadi tak sanggup menahan kerugian yang berkelanjutan karena pembeli berkurang drastis.

Sampai akhirnya, para pedagang game PC yang masih tersisa harus pindah ke lantai 3 Harco dari sebelumnya di lantai 1 gedung ini.