Wednesday, November 20Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Benarkah Bawang Putih Dan Jahe Bisa Mengobati Kanker

Benarkah Bawang Putih Dan Jahe Bisa Mengobati Kanker

Bawang putih dan jahe merupakan rempah dapur yang didapuk bisa mengobati kanker. Apa benar jika kedua bahan-bahan dapur tersebut ampuh sembuhkan kanker?

Benarkah bawang putih bisa mengobati kanker?

Bawang putih saat ini masih terus diteliti kemampuannya dalam mengurangi risiko kanker. Sebenarnya tidak cukup bukti bahwa mengonsumsi bawang putih dalam jumlah yang banyak dapat mencegah kanker. Menjadikan bawang putih sebagai bagian dari menu makanan sehari-hari merupakan hal yang baik dilakukan. Kecuali jika ditemukan masalah dalam pengobatan yang sedang dijalani oleh seseorang tersebut.

Sebagian besar hasil penelitian pun juga menyebutkan bahwa bawang putih memberikan efek yang besar. Konsumsi bawang putih dapat menurunkan risiko penyakit kanker pada perut, prostat, mulut, tenggorokan, ginjal dan kolorektal. Sebuah penelitian terbaru malah menunjukan bahwa konsumsi bawang putih dalam jumlah yang tinggi mampu menurunkan risiko kanker kolorektal sebanyak 30 persen.

Namun, bukti penelitian tesebut jumlahnya hanya sedikit sehingga saran untuk mengonsumsi bawang putih dan allium harus diteliti lebih lanjut. Manfaat dan risiko terhadap kanker payudara, kandung kemih, ovarium, dan kanker paru-paru masih belum begitu jelas. Hanya studi observasi yang dapat menjelaskan perbedaannya pada risiko kanker. Hasil dari penelitian tentang suplemen bawang putih juga menyebutkan bahwa belum ditemukan hal ini. Yaitu adanya bukti bahwa bawang putih berbentuk suplemen dapat membantu melawan kanker.

Masalah dan juga komplikasi yang mungkin terjadi akibat makan bawang putih

Konsumsi bawang putih dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan. Serta menyebabkan sakit perut dan meningkatkan risiko perdarahan. Itu karena bawang putih memiliki sifat anti-pembekuan darah.

Bawang putih juga mempengaruhi enzim dalam hati yang membantu menghilangkan efek dari obat-obatan tertentu di dalam tubuh. Sehingga efek obat pun dapat menurun, sedangkan pasien yang sedang menjalani kemoterapi justru membutuhkan efek obat-obatan tersebut. Efek ini pun masih diteliti, dan pilihan untuk konsumsi suplemen bawang putih harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Meskipun penelitian dari observasi membawa hasil yang cukup menggembirakan tentangĀ  zat aktif yang terkandung dalam bawang putih. Namun informasi lain juga sangat diperlukan untuk mendapatkan bukti yang lebih kuat.

Hanya sedikit penelitian yang mempelajari bawang putih, manfaat, dan risikonya terhadap mengobati kanker. Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi suplemen makanan atau minuman dalam jumlah yang besar.

Lalu, apa benar jahe bisa mengobati kanker?

Jahe adalah tanaman yang berasal dari Asia Tenggara, namun tanaman jahe kini juga sudah tumbuh di Amerika Serikat, Cina, India dan negara tropis lainnya. Akar jahe pun merupakan bagian dari tanaman yang digunakan sebagai obat herbal. Jahe cukup populer dalam pengobatan kanker karena makan jahe atau mengonsumsi suplemen jahe disebut dapat mencegah rasa mual bagi orang-orang yang menjalani kemoterapi.

Adakah bukti kalau jahe bisa mengobati kanker?

Jahe juga telah digunakan untuk mengendalikan atau mencegah rasa mual, muntah dan mabuk. Jahe pun telah digunakan sebagai anti-inflamasi atau obat yang berguna dalam mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Misalnya seperti arthritis, sebagai obat flu, membantu pencernaan dan meredakan rasa mual pada pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi.

Meskipun bukti ilmiahnya memang tidak tersedia, beberapa pihak yang mendukung manfaat jahe juga telah menyebutkan hal ini. Yaitu bahwa jahe dapat mencegah perkembangan tumor. Namun jahe yang diekstraksi dalam bentuk suplemen tidak memiliki manfaat yang sama dengan tanaman jahe aslinya. Dengan demikian, hasil penelitian dari ekstrak jahe dan tanaman jahe tidak akan sama.

Dalam percobaan klinis, pasien juga akan menerima cisplatin yaitu penambahan jahe dalam obat dan berguna untuk mengurangi gejala mual dan muntah. Penelitian terbaru juga menyebutkan bahwa sebelum dan selama pengobatan kemoterapi, jahe dapat membantu mengurangi rasa mual karena efek dari obat. Tanyakan pada ahli makanan dan dokter untuk mengetahui apakah boleh mengonsumsi jahe atau sumplemen jahe agar mengetahui suplemen mana yang akan tepat untuk dikonsumsi.

Kemampuan jahe dalam mengurangi mual dan juga muntah berhubungan dengan hasil dari operasi pada pasien. Hasil penelitian pun menyebutkan bahwa jahe dapat berfungsi mengurangi efek mual dan muntah setelah ataupun sebelum operasi.

Masalah atau komplikasi yang mungkin bisa timbul akibat konsumsi jahe

Rasa dan aroma jahe mampu menenangkan perut, dan jarang ditemukan orang yang mengalami alergi pada jahe ataupun merasa sakit perut karena mengonsumsi jahe. Suplemen jahe mungkin saja efektif mengobati rasa mual dan muntah dalam pengobatan kanker. Namun juga dapat mengganggu pembekuan darah dan memiliki efek samping berbahaya. Misalnya bagi orang yang sedang menjalani pengobatan kanker dan terapi anti-koagulasi.

Jahe juga bermanfaat bagi tubuh dan dapat digunakan untuk meningkatkan kesehatan. Cara terbaik untuk mendapatkan khasiat jahe yaitu mengkonsumsi jahe yang masih segar. Beberapa produk mengandung jahe, misalnya permen jahe. Namun kandungan jahe yang ada pada beberapa produk jahe jumlahnya juga sangat sedikit. Dan bahkan dapat menambah tingginya jumlah kalori yang tidak diinginkan.

Teh yang dibuat dari jahe juga dapat menjadi alternatif yang baik sebagai pilihan dalam mengonsumsi produk jahe. Pastikan juga untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang minum suplemen jahe dalam jumlah yang banyak.