Monday, October 15Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Bedanya Cacing Pita Dalam Daging Babi Dan Daging Sapi

Bedanya Cacing Pita Dalam Daging Babi Dan Daging Sapi

Binatang ternak, merupakan hewan yang dalam syariat Islam diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi. Hal ini tentu untuk melengkapi kebutuhan jasmani kita dari berbagai kandungan dalam segi hewani. Hewan ternak yang boleh dikonsumsi antara lain Sapi, Kambing, Domba, hingga unta.

Namun ada satu hewan yang dalam syariat Islam dilarang dan diharamkan untuk dikonsumsi yakni Babi. Apabila hukumnya haram maka akan berdosa besar jika kita tetap mengkonsumsinya. Hadits dari Rasulullah yang melarang kita mengkonsumsi Babi pun shohih bahkan terdapat juga di Al-Qur’an.

Selaku umat muslim kita harus meyakini bahwa hal itu merupakan sebuah kebenaran dan kita ikuti perintah tersebut. Namun seiring berkembangnya ilmu kita bisa menemukan bukti kuat mengapa mengkonsumsi daging Babi diharamkan. Bahkan hal tersebut dijawab secara tuntas dikaji dalam ilmu sains.

Jawaban sederhananya adalah selain babi sering hidup di lingkungan yang kotor, dalam dagingnya terkandung cacing pita. Spesies kecil ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Tapi kalau hanya alasan cacing pita saja, ternyata dalam daging sapi juga terkandung cacing pita. Lalu mengapa dalam agama Islam hanya mengharamkan Babi? Nah cacing pita sendiri terdiri dari dua jenis berbeda. Jenis yang pertama bernama T solium dan T saginata. Keduanya merupakan jenis cacing pita yang berdekatan, tetapi memiiki karakteristik yang berbeda cukup signifikan.

Perbedaan dua cacing ini antara lain tempat berkembang biak, bentuk kepala, hingga penyakit yang dibawanya. Pada T Solium, di bagian kepalanya terdapat cakar penggenggam yang tidak ada di cacing T Saginata. Nah penggengam tersebut dapat mencengkram bagian dinding perut manusia. Selain itu pada cacing pita T Solium juga terdapat cakar-cakar kecil bernama scolex. Cacing pita T Solium ini akan berkembang biak di dalam perut dengan menghasilkan telur. Lebih parahnya lagi, telur tersebut akan menularkan penyakit kepada manusia. Penyakit tersebut adalah Sistiserkosis.

Penyakit ini dapat menyebabkan benjolan di bawah kulit. Ketika menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang, dapat menimbulkan sakit kepala dan kejang. Cacing pita T Solium ini terkandung di dalam daging babi dan cacing tersebut akan masuk ke tubuh manusia apabila kita memakan daging tersebut. Jadi kesimpulannya adalah dalam ajaran Agama berbagai larangan yang diperintahkan akan ada hikmahnya tersendiri. Seperti daging babi ini, bukan hanya umat Islam, tapi demi kesehatan semua orang sebaiknya menghindari mengkonsumsinya.

Related Post

Sebarkan! Akibat Lengah, Orang Tua Ini Harus Kehil... Ketika anak-anak masih berada di usia dewasa, sudah sepantasnya orang tua memegang tanggung jawab lebih untuk memberikan pengawasan. Sedikit saja le...
Bau Kaki Lelaki Lelaki Ini Membunuh Seluruh Ikan D... Disela-sela kesibukan, Spa Ikan mungkin merupakan salah-satu terapi yang cocok untuk menghilangkan kepenatan. Spa Ikan adalah salah-satu terapi meng...
Setnov Tidak Berbicara Persidangan telah usai untuk perkara yang dialami oleh Setnov, persidangan itu selesai pada Rabu (3/1/18) pukul 17:04 WIB tadi sore. Setnov bergitu...
Piala Dunia 2018 Rusia, Larangan Bercinta Mulai Mu... Piala Dunia 2018 Rusia memang menyita perhatian dunia, hanya ada 32 negara yang akan tampil di ajang bergengsi empat tahunan tersebut. Hal ini tentu m...