Monday, December 10Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Bedanya Cacing Pita Dalam Daging Babi Dan Daging Sapi

Bedanya Cacing Pita Dalam Daging Babi Dan Daging Sapi

Binatang ternak, merupakan hewan yang dalam syariat Islam diperbolehkan bahkan dianjurkan untuk dikonsumsi. Hal ini tentu untuk melengkapi kebutuhan jasmani kita dari berbagai kandungan dalam segi hewani. Hewan ternak yang boleh dikonsumsi antara lain Sapi, Kambing, Domba, hingga unta.

Namun ada satu hewan yang dalam syariat Islam dilarang dan diharamkan untuk dikonsumsi yakni Babi. Apabila hukumnya haram maka akan berdosa besar jika kita tetap mengkonsumsinya. Hadits dari Rasulullah yang melarang kita mengkonsumsi Babi pun shohih bahkan terdapat juga di Al-Qur’an.

Selaku umat muslim kita harus meyakini bahwa hal itu merupakan sebuah kebenaran dan kita ikuti perintah tersebut. Namun seiring berkembangnya ilmu kita bisa menemukan bukti kuat mengapa mengkonsumsi daging Babi diharamkan. Bahkan hal tersebut dijawab secara tuntas dikaji dalam ilmu sains.

Jawaban sederhananya adalah selain babi sering hidup di lingkungan yang kotor, dalam dagingnya terkandung cacing pita. Spesies kecil ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Tapi kalau hanya alasan cacing pita saja, ternyata dalam daging sapi juga terkandung cacing pita. Lalu mengapa dalam agama Islam hanya mengharamkan Babi? Nah cacing pita sendiri terdiri dari dua jenis berbeda. Jenis yang pertama bernama T solium dan T saginata. Keduanya merupakan jenis cacing pita yang berdekatan, tetapi memiiki karakteristik yang berbeda cukup signifikan.

Perbedaan dua cacing ini antara lain tempat berkembang biak, bentuk kepala, hingga penyakit yang dibawanya. Pada T Solium, di bagian kepalanya terdapat cakar penggenggam yang tidak ada di cacing T Saginata. Nah penggengam tersebut dapat mencengkram bagian dinding perut manusia. Selain itu pada cacing pita T Solium juga terdapat cakar-cakar kecil bernama scolex. Cacing pita T Solium ini akan berkembang biak di dalam perut dengan menghasilkan telur. Lebih parahnya lagi, telur tersebut akan menularkan penyakit kepada manusia. Penyakit tersebut adalah Sistiserkosis.

Penyakit ini dapat menyebabkan benjolan di bawah kulit. Ketika menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang, dapat menimbulkan sakit kepala dan kejang. Cacing pita T Solium ini terkandung di dalam daging babi dan cacing tersebut akan masuk ke tubuh manusia apabila kita memakan daging tersebut. Jadi kesimpulannya adalah dalam ajaran Agama berbagai larangan yang diperintahkan akan ada hikmahnya tersendiri. Seperti daging babi ini, bukan hanya umat Islam, tapi demi kesehatan semua orang sebaiknya menghindari mengkonsumsinya.

Related Post

Mengapa Para Pendiri Perusahaan Yang Diakuisisi Fa... Beberapa hari yang lalu, secara mengejutkan dua pendiri Instagram yaitu Kevin Systrom beserta dengan Mike Krieger mengundurkan diri dari Facebook. S...
Berikut Ini Tiga Calon Klub Baru Aaron Ramsey Gelandang asal Wales Aaron Ramsey tidak akan meneken kontrak baru bersama Arsenal. Sekarang ini The Gunners harus membuat keputusan apakah mereka ak...
Gerhana Bulan Total Diprediksi Akan Terjadi Pada 2... Gerhana bulan total diperkirakan terjadi pada 28 Juli 2018, inilah penuturan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Uniknya g...
Boss Alibaba Balas Budi Temannya Dengan Cara Ini Jack Ma adalah pendiri Alibaba yang merupakan salah satu tokoh pembaharuan China yang telah berawal dari tahun 1980 dan dimulai sejak organisasi Aus...