Wednesday, June 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Beberapa Hal Tentang Golden Blood Yang Perlu Diketahui

Beberapa Hal Tentang Golden Blood Yang Perlu Diketahui

Kebanyakan orang akan memiliki rhesus yang diklasifikasikan dalam golongan darahnya. Namun dengan kondisi yang langka dan dimiliki oleh 43 orang di bumi ini. Dimana dalam darah mereka itu tidak memiliki Rhesus. Hal ini disebut sebagai Rhnull.

Orang yang memiliki darah dengan kondisi tanpa antigen ini disebut sebagai Golden Blood atau darah emas. Mereka semua ini bisa menjadi pendonor universal bagi semua rhesus golongan darah. Rhnull sendiri diketahui ditemukan pada tahun 1961 pada seorang wanita aborigin.

Dilansir dari Big Think, darah emas sebenarnya merupakan nama panggilan untuk Rh-null, jenis darah paling langka di penjuru dunia. Jenis darah emas tersebut begitu jarang ditemukan sehingga hanya 43 orang yang telah dilaporkan memilikinya di seluruh dunia. Jenis ini diidentifikasi tahun 1961 pada seorang wanita suku Aborigin Australia.

Sebelum itu para dokter menganggap embrio dengan darah Rh-null akan mati dalam kandungan. Seperti yang kita tahu, darah tersusun atas komponen berupa sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), keping darah (trombosit), dan plasma.

Setiap komponen memiliki perannya masing-masing. Tetapi sela darah merahlah yang bertanggung jawab atas perbedaan golongan darah. Sel-sel darah merah tersebut memiliki protein yang menutupi permukaannya yang disebut dengan Antigen. Antigen menentukan golongan darah, tipe A hanya memiliki antigen A, tipe B memiliki antigen B, tipe AB memiliki keduanya, dan tipe O tidak memiliki keduanya.

Sel darah merah mengandung antigen lain yang disebut protein RhD. Ketika ada, golongan darah dikatakan positif (Rh+), ketika tidak ada, dikatakan negatif (Rh-). Kombinasi tipikal dari antigen A, B, dan RhD memberi delapan tipe darah yang umum (A +, A-, B +, B-, AB +, AB-, O +, dan O-). Antigen yang tidak dikenal akan diserang oleh sistem kekebalan tubuh.

Contohnya jika seseorang dengan darah tipe A menerima transfusi darah tipe B, sistem kekebalan tubuh penerima tidak akan mengenali antigen dalam darah tipe B, maka sistem kekebalan akan menyerang sel darah merah yang tak dikenal. Inilah sebabnya orang bisa jatuh sakit atau meninggal jika menerima transfusi darah yang tidak cocok.