Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Beberapa Fakta Penerbangan Yang Mungkin Kamu Belum Tahu

Beberapa Fakta Penerbangan Yang Mungkin Kamu Belum Tahu

Desain Tower ATC

Banyak sekali yang beranggapan bahwa jendela tersebut dirancang seperti itu agar mencegah pantulan sinar matahari ke pilot di dalam kokpit, namun penjelasan ini sama sekali tidak berdasar.

Seperti dikutip dari Live Science, Senin (22/2/2016), kita bisa melihat dan mengabaikan cahaya yang ada di kaca sepanjang waktu, misalnya ketika di layar komputer atau di kaca jendela mobil. Tapi tidak tentunya bagi petugas pengawas udara, mereka sama sekali tidak boleh terganggu oleh pantulan cahaya di jendela kaca.

Sebagai petugas ATC (air traffic controller), keamanan lalu lintas pesawat itu sangatlah diutamakan. Dengan jendela kaca yang miring ini maka setiap cahaya dari dalam menara (monitor komputer, layar video, dan lampu) akan terpantulkan ke langit-langit.

Langit-langit di menara ATC sendiri biasanya juga akan dicat warna hitam untuk menyerap pantulan tersebut. Dengan begitu, tidak akan ada lagi pantulan cahaya di kaca jendela yang dapat mengganggu penglihatan petugas pemandu pesawat.

Divert

Pernah mengalami penerbangan Divert? Divert atau pengalihan pendaratan di bandara bukan tujuan. Divert bisa terjadi karena cuaca buruk atau hal yang berkaitan dengan masalah teknis, sehingga pesawat tidak memungkinkan untuk mendarat di tempat tujuan.

Contoh kecil :

Pesawat FAKTA airlines rute penerbangan Singapura – Semarang terpaksa mendarat di bandara bukan tujuan (divert) yakni di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pasalnya, cuaca buruk terjadi di kota Semarang hingga membuat jarak pandang terbatas. Akibat cuaca buruk, bandara sempat tutup selama 30 menit. Setelah cuaca membaik, pesawat kembali mengudara dari Makassar ke Semarang.

Direct Flight

Direct flight itu merupakan penerbangan langsung yang memungkinkan Anda menggunakan hanya satu pesawat saja. Artinya satu pesawat yang sama dalam sebuah perjalanan atau penerbangan jauh. Dalam rute penerbangan ini Anda juga tidak perlu berpindah-pindah pesawat ketika melakukan perjalanan meskipun saat itu pesawat yang Anda tumpangi berhenti di sejumlah bandara sebelum melanjutkan perjalanan ke bandara tujuan.

Selain itu, Direct Flight juga ramah terhadap lingkungan. Karena proses take-off dan landing yang sedikit sehingga emisi karbon yang terbuang juga sedikit. Bahkan beberapa penerbangan Direct flight juga membuat pengeluaran kantong menjadi sedikit terkuras.

Kursi Teraman

Meskipun beberapa mengklaim bahwa kursi di atas sayap pesawat adalah yang terbaik (karena pesawat itu “terkuat” di sana), pendapat umum mengatakan bahwa, jika terjadi kecelakaan pesawat, bagian belakang pesawat adalah tempat teraman. Teori ini juga didukung oleh beberapa penelitian, termasuk yang baru-baru ini ditampilkan di sebuah film dokumenter Channel 4.

Mengutip data dari media telegraph yang berbasis di London, Inggris, dan mengutip pernyataan dari Federal Aviation Administration (FAA) sebenarnya tidak ada kursi yang paling aman di pesawat jika terjadi kecelakaan.

Namun ternyata data dari majalah Popular Mechanics menemukan bahwa kursi paling aman ada di bagian belakang. Penyelidikan menemukan bahwa penumpang di dekat ekor pesawat itu 40 persen lebih mungkin selamat dari tabrakan daripada yang di depan.

Kesimpulan :

Terbang sangat aman. Kemungkinan terbunuh dalam satu penerbangan adalah 1 banding 4,7 juta, menurut situs web planecrashinfo.com. Tetapi Anda mungkin menaikkan angka itu sedikit dengan duduk di kelas ekonomi atau di barisan belakang, dengan sabuk pengaman Anda diikatkan, di dekat jendela, atau duduk di beberapa baris dari pintu keluar darurat.