Thursday, December 5Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Beberapa Fakta Menarik Pembangunan Masjid Apung Pertama Di Jakarta

Beberapa Fakta Menarik Pembangunan Masjid Apung Pertama Di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, secara simbolis memulai ground breaking Masjid Apung Ancol pada Sabtu (9/11). Prosesi ini pun menandai pembangunan masjid yang digadang-gadang sebagai masjid apung pertama di Jakarta.

Meski berada di atas permukaan laut, Masjid Apung Ancol ternyata memiliki desain futuristik yang penuh makna keislaman. Sehingga tak hanya menjadi tempat beribadah bagi umat Muslim, masjid apung ini nantinya dapat memberikan pengalaman baru kepada masyarakat yang datang berlibur di kawasan Ancol.

Lalu, seperti apa fakta menarik Masjid Apung Ancol yang digadang-gadang akan menjadi ikon kota Jakarta . Yuk, simak ulasan berikut.

  1. Masjid Apung Pertama di Jakarta

Masjid apung yang akan dibangun di kawasan Pantai Ria, Ancol, Jakarta Utara ini menjadi masjid pertama di Jakarta yang lokasinya berada di atas permukaan laut. Groundbreaking pembangunan masjid apung ini pun secara simbolis dilakukan oleh Gubernur Dki Jakarta, Anies Baswedan dan Ketua Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla pada Sabtu (9/11) kemarin.

Dalam sambutannya itu, Anies merasa bersyukur pembangunan Masjid Apung Ancol dapat terealisasi. Menurutnya, Masjid Apung Ancol akan menjadi yang pertama di Jakarta. Ia pun berpesan agar pembangunan masjid ini dapat menginspirasi pembangunan masjid di tempat-tempat serupa lainnya.

“Masjid ini jadi salah satu pengalaman unik. Di dalamnya, mereka berjalan ke Ancol. Kita berharap Ancol bukan saja jadi tempat bagi pemprov untuk mendapatkan pendapatan yang cukup, tapi juga fungsi sosial dan fungsi pembangunan,” ungkap Anies. Anies pun mengungkapkan bahwa masjid apung ini nantinya dapat memberikan pengalaman baru kepada masyarakat yang datang berlibur di kawasan Ancol.

  1. Pembangunan Masjid Apung Menelan Biaya Rp 50 M

Pembangunan masjid apung pertama yang ada di Jakarta ini menelan biaya kurang lebih Rp 50 miliar. Seluruh biaya pembangunannya pun ditanggung pihak PT Pembangunan Ancol Jaya Tbk. Hal ini pun diungkapkan oleh Dirut PT Pembangunan Ancol Jaya Tbk, Teuku Syahrir Sahili. “(Semua dana) dari Ancol. Kurang lebih Rp 50 miliar,” kata Teuku

Karena pembangunan masjid yang menelan biaya cukup besar, Anies pun berpesan agar Masjid Apung Ancol dapat dibangun dengan baik dan tepat waktu. “Pesan saya on schedule, on quality, on budget. Kalau tiga ini dipegang, akhir tahun depan kita bisa rasakan masjid ini. Dan Ramadan tahun depan, masjid ini bisa jadi tempat iktikaf,” tutur Anies.

  1. Masjid Apung yang Ramah Lingkungan

Selain menjadi masjid apung pertama di Jakarta, Masjid Apung Ancol juga diklaim sebagai masjid yang ramah lingkungan, sehingga masjid apung ini turut berperan serta menjaga ekosistem laut di Pantai Ancol.

Karena didesain ramah lingkungan, Masjid Apung Ancol nantinya tidak akan menggunakan pendingin ruangan atau AC, melainkan memanfaatkan sirkulasi angin alami yang diatur sedemikian rupa sehingga bisa menyejukkan ruangan.

Sementara itu untuk sistem air, masjid juga menggunakan sistem daur ulang dengan memakai keran bersensor yang diharapkan bisa menghemat air. Departement Head Corporate Communications PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Ancol), Rika Lestari mengungkapkan bahwa aspek lingkungan menjadi prioritas utama.

“Sumber airnya menggunakan air laut yang diolah dengan sistem Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan tidak menggunakan pendingin udara (AC) karena mengandalkan sirkulasi angin,” kata Rika.

  1. Penuh dengan Makna Keislaman

Desain masjid karya arsitek kenamaan, Andra Matin ini terinspirasi dari unsur kapal. Di mana masjid ini bisa dianalogikan sebagai bahtera kapal besar yang membawa syiar Islam dari daerah utara Jakarta.

Masjid yang berbentuk siluet kapal ini dibagi menjadi tiga bagian. Bagian podium mencerminkan badan kapal, bagian minaret layaknya tiang kapal, dan kubah digambarkan sebagai layar utama kapal.

Bila dilihat dari atas, masjid apung yang akan dibangun di Pantai Ria, Ancol ini terlihat seperti bulan dan bintang yang menjadi simbol agama Islam. Akses yang ada di sekitar masjid merepresentasikan bulan sementara bangunan utama masjid berbentuk menyerupai bintang.

Selain itu, tinggi masjid yang mencapai 25 meter melambangkan jumlah Nabi dalam Al-Quran. Kemudian, pada sisi luar masjid akan terdapat enam buah minaret (menara) yang melambangkan dasar rukun iman.

Makna lain dalam bentuk masjid ini adalah bangunannya yang berbentuk segilima yang terinspirasi dari lima rukun Islam, kubah masjid berbentuk segilima yang mencerminkan kewajiban solat lima waktu.

Lokasinya yang menjorok dari daratan menjadikan masjid ini bangunan yang unik dan satu-satunya di Jakarta. Nantinya area masjid memiliki luas 2.000 meter persegi yang mampu menampung hingga 2.500 orang jemaah.

Baca Juga :

 

  1. Ditargetkan Rampung pada 2020

Proses pembangunan Masjid Apung Ancol yang menelan biaya sekitar Rp 50 miliar ini ditargetkan akan selesai tahun 2020 mendatang. Departement Head Corporate Communications PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (Ancol), Rika Lestari mengungkapkan pembangunan masjid apung ini rencananya membutuhkan waktu sekitar satu tahun mulai dari pelaksanaan pemancangannya (groundbreaking).

“Insya Allah akhir 2020 sudah dapat digunakan. Harapannya menjadi ikon baru di Ancol dan Jakarta,” kata Rika. Selain menjadi tempat wisata baru, Masjid Apung Ancol nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan beribadah bagi umat Muslim yang sedang berada di Ancol.