Saturday, September 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Balita Ini Terkurung 3 Hari Bersama Jenazah Ayahnya

Balita Ini Terkurung 3 Hari Bersama Jenazah Ayahnya

Seperti mukjizat, Nisa bayi yang baru berusia 14 bulan bisa tetap hidup selama 3 hari tanpa makan dan minum. Dia hidup sendirian di dalam rumahnya karena ayahnya, Aan Junaidi alias Fauzi (40), ternyata sudah meninggal. Nisa terkurung di rumah bersama jenazah ayahnya. Nisa terus menangis dari rumahnya di Perumahan Kaliwining Asri Blok C6, Dusun Bedadang Kulon, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Tangisan Nisa terdengar keras pada Rabu (14/8). Sejumlah tetangga yang memang mendengar tangisan bocah itu pun langsung menuju ke rumahnya. Kondisi rumah terkunci. Warga kemudian melapor kepada polisi dan mendobrak paksa pintu rumah. Saat itulah diketahui Nisa tengah berada di dalam kamar dalam posisi memeluk tubuh ayahnya yang sudah tidak bernyawa.

“Memprihatinkan sekali tadi itu waktu ditemukan, pak polisi yang menggendong sampai menangis. Karena anak ini ternyata sudah 3 hari tidak makan dan minum. Untung saja masih hidup,” cerita Uma Kulsum, seorang warga yang menyaksikan kejadian.

Wanita yang juga berprofesi sebagai bidan di Puskesmas Rambipuji itu pun langsung memberikan pertolongan pertama kepada Nisa. “Tadi diberi air gula dulu, karena anak ini pastinya mengalami dehidrasi. Sempat tadi muntah dan lalu langsung dimandikan bersih oleh suami saya. Setelah itu diminumkan susu karena pastinya lapar,” ujarnya.

Menurut warga yang lain bernama Fauzi, selama ini Nisa memang hanya tinggal berdua bersama ayahnya. Sementara ibunya, sedang bekerja sebagai TKW di Taiwan. “Terakhir terlihat Pak Fauzi itu malam minggu, waktu itu masih dikirimi nasi berkatan (nasi kotak dari tasyakuran) ke rumahnya. Minggu pagi itu kayaknya masih terlihat, tapi sore sudah enggak terlihat lagi. Tahu-tahu sekarang sudah meninggal,” kata tetangga bernama Eny.

Eny pun mengatakan pada hari Senin (12/8), sempat tercium aroma busuk bau bangkai. “Kata anak saya, dia mencium bau kayak bangkai. Saat itu anak saya tengah bermain bola di depan rumah. Tapi dikiranya bau bangkai hewan kucing atau tikus. Kan perumahan ini dekat sawah.”

Menurut Eny, Fauzi dikenal tertutup oleh warga. “Karena mungkin bertato, tapi bukan preman dia. Dulunya setahu saya kerja di pelayaran. Terus memang tertutup orangnya, karena minder mungkin. Juga kerjanya hanya nongkrong, istrinya TKW,” ungkapnya. Kapolsek Rambipuji AKP Sutarjo menduga kematian Fauzi itu karena sakit. Sebab, Fauzi mempunyai riwayat penyakit diabetes.

“Kalau dari keterangan warga terakhir diketahui, pada hari Sabtu malam masih ada di depan rumah, dan diberi nasi kotak dari tasyakuran. Kemudian hari Minggu pagi masih terlihat di rumahnya, sore hingga sekarang ini sudah tidak terlihat,” terangnya.

Namun untuk pemeriksaan lebih lanjut, jenazah korban pun dibawa ke RSD dr. Soebandi Jember. “Untuk nantinya bisa dipastikan penyebab kematian korban, sembari menunggu istrinya pulang dari luar negeri karena kerja sebagai TKW,” kata dia. Saat ini, Nisa sudah dirawat oleh perawat dari Puskesmas Rambipuji sembari menunggu pihak keluarga.