Sunday, August 19Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Balap Lari Banteng Spanyol Memakan Korban Jiwa

Balap lari banteng memang jadi agenda tahunan di Spanyol, dimana kali ini Festival Balap Lari Banteng tersebut berlangsung di Pamplona, Spanyol. Namun ada kabar kurang menyenangkan, di kutip dari Reuters dalam balap lari dengan menggunakan banteng sebagai bintang utama, terdapat satu orang yang mengalami luka parah.

Festival tahunan yang berlangsung pada Jum’at (13/07/2018) lalu, dimana berpusat di Kota Pamplona. Dilaporkan setelah acara selesai, jika terdapat lima orang yang mengalami luka berat, setelah festival gila tersebut berlangsung. Korban mulai berjatuhan, padahal acara baru berlangsung beberapa menit. Pasalnya, di mulai dengan melepaskan enam banteng liar ke tengah kota, hal ini membuat peserta menjadi sasaran utama, apalagi menggunakan pakaian berwarna merah.

Hal ini memang memperparah kondisi banteng gila yang semakin tak terkendali, sehingga akhirnya terdapat empat korban namun hanya mengalami luka ringan. Malang ada satu korban yang mengalami luka cukup parah, ini terjadi pada bagian tangan karena mencoba untuk menghentikan banteng yang sedang mengamuk.

Festival yang menjadi tradisi sejak 1925, ini terus berlangsung setiap tahunnya. Meskipun selalu memberikan korban, dimana hingga saat ini tercatat sudah ada 15 orang korban meninggal akibat festival tersebut, bahkan ada lebih dari 300 orang yang terluka karena mengikuti festival balap lari banteng gila tersebut.

Bahkan saat dilakukan investigasi, sebagian besar korban yang menianggal, hal ini akibat terkena sundulan langsung dari tanduk banteng liar tersebut, lainnya meninggal akibat terinjak peserta lain yang berlari saat banteng liar mulai berdatangan. Setiap tahunnya peserta akan berdatangan dari banyak negara, memang sebagian hanya menyaksikan dari lantai atas, namun tidak sedikit yang ingin merasakan kegilaan berlari dengan banteng gila.

Baca juga : Festival Kota Bunga Tomohon Akan Berlangsung Pada Bulan Agustus

Bahkan menurut catatan festival tahunan tersebut, pada tahun 2009 memakan korban yang paling banyak. Hal ini karena banteng-banteng liar langsung di lepaskan begitu saja. Bahkan sengaja di buat menggila dengan tidak diberikan makanan, di cambuk dan membuat banteng mengamuk, namun banyak orang mengatakan ini bagian dari kegilaan yang menyenangkan.

Setiap tahun juga selalu diserukan untuk menghentikan festival yang sangat merugikan ini, bukan hanya untuk manusia namun hewan. Pasalnya lebih banyak mendatangkan pertumpahan darah yang tidak seharusnya, namun ini tetap berlangsung dan terus menerus mendatangkan korban. Bukan hanya dari peserta namun banyak hewan yang mati karena harus di tebas oleh sang matador, apalagi jika sudah di luar kendali.

Bahkan sudah banyak protes yang menganggap jika panitia festival balap lari banteng gila di Spanyol tidak memiliki naluri manusiawi, pasalnya menganggap kawanan banteng liar sebagai mainan, bahkan memberikan rangsangan untuk mengamuk. Bukan hanya itu saja, banteng sebelumnya akan di setrum, di cambuk bahkan di siksa agar semakin menggila saat berhadapan dengan orang nantinya.

Festival ini memang mendatangkan banyak turis lokal dan mancanegara, bahkan dari seluruh dunia. Untuk menyaksikan festival balap lari banteng gila tersebut. Tercatat setiap tahunnya di waktu festival, ada lebih dari 1 juta turis di Pamploma, bahkan jumlah ini enam kali lipat dari penduduk di kota tersebut.

One Comment

Comments are closed.