Tuesday, May 21Ulasandunia | Kumpulan Cerita Seputar Informasi Dunia

Bagaimana Kabar Musik Dalam Format Vinyl Di Era Milenial

Bagaimana Kabar Musik Dalam Format Vinyl Di Era Milenial

Di tengah merebaknya platform streaming musik digital, ternyata rilisan fisik masih punya tempat di kalangan para penikmatnya. Mulai dari kenikmatan audio, koleksi, investasi hingga punya nilai tersendiri jadi alasan mengapa orang-orang masih setia membelinya.

Tapi ternyata, dilansir Digital Music News, cuma sekitar 48 persen orang yang membeli vinyl tapi enggak mendengarkannya alias gaya-gayaan doang. Terlebih lagi, 41 persen orang yang sebenarnya memiliki turntable alias alias pemutar vinyl, enggak benar-benar menggunakannya dan lebih sering mendengar musik via digital platform.

Sementara 7 persen di antaranya bahkan enggak memiliki turntable tapi tetap membeli vinyl. Lantas apa tujuannya, ya?

Angka-angka persentase ini menunjukkan tren pembeli yang semakin menunjukkan bahwa vinyl menjadi semacam ‘pernyataan mode’. Beberapa perusahaan yang bergerak di bidang fashion, sebut saja seperti Urban Outfitters bahkan turut mempopulerkan kembali vinyl dengan turut menyelipkannya di postingan penjualan produk mereka.

Vinyl mungkin bisa dibilang sebagai format fisik yang enggak murah jika dibanding kaset atau CD. Apalagi kita hidup di zaman yang sangat dimudahkan untuk mendengarkan karya musik lewat berbagai platform streaming digital.

Tetapi sekadar streaming musik atau mengunduh lagu saja dirasa berbeda dengan memiliki karya musik dalam bentuk fisik. Terutama jika album tersebut merupakan salah satu rekaman penting dan punya sejarah tersendiri. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga termasuk yang masih mendengarkan musik melalui rilisan fisik?

Layanan streaming musik, Bandcamp, baru-baru ini tengah mengumumkan peluncuran layanan membuat piringan hitam alias vinyl. Layanan ini memang dikhususkan untuk grup musik yang menggunakan Bandcamp. Dilansir Pitchfork, layanan ini memberikan kesempatan bagi musisi dan grup musik yang pengin merilis vinyl, untuk menggalang dana di Bandcamp.

Jika sudah memenuhi dana minimal, Bandcamp bakal membuatkan vinyl, mencetak kemasannya, dan mengirimkannya langsung kepada para pemesan. “Dengan layanan ini, band kecil enggak perlu repot memikirkan produksi vinyl. Justru pemesan yang bakal membayar produksinya,” terang Bandcamp.

Walau begitu pihak band masih memiliki wewenang untuk merancang dan juga menentukan harga vinyl-nya. Bandcamp juga sudah memastikan kalau vinyl yang mereka produksi berkualitas tinggi. Sejauh ini tercatat sudah ada empat musisi yang menggunakan layanan baru dari Bandcamp tersebut. Pertama adalah album ‘Ancestral Recall’ dari Christian Scott, ‘Constellation’ milik Juliette Jade, ‘Ghost Condensate’ dari Mesarthim, dan album ‘Below’ karya Jim Guthrie.